Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Bangun Sintang dengan KKN Berkelanjutan

oleh -
uin suka

NASIONALNEWS.ID, SINTANG – Perjalanan dari Yogyakarta menuju Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, bukan sekadar perpindahan lokasi bagi 10 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ribuan kilometer yang mereka tempuh menjadi simbol tekad membawa ilmu, semangat kolaborasi, dan harapan baru bagi masyarakat di Kelurahan Alai.

Selama 40 hari ke depan, mereka tidak hanya menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), tetapi juga menanam benih perubahan yang dirancang agar terus tumbuh bahkan setelah masa pengabdian berakhir.

Di Kelurahan Alai, pengabdian dimulai dari persoalan yang paling dekat dengan kehidupan warga. Pengelolaan sampah, literasi anak, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemberdayaan generasi muda menjadi fokus utama yang akan digarap mahasiswa lintas disiplin ilmu tersebut.

Koordinator KKN Angkatan 120, Mufid, mengatakan timnya sengaja memilih Kabupaten Sintang sebagai lokasi pengabdian karena ingin mengenal Kalimantan lebih dekat sekaligus mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Kami ingin belajar bersama masyarakat sekaligus mengabdikan ilmu yang kami miliki. Kami berharap mendapat arahan dan dukungan dari pemerintah daerah agar seluruh program berjalan optimal,” ujarnya.

Keberagaman latar belakang akademik para mahasiswa, mulai dari Bimbingan Konseling Islam, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Bahasa Arab, hingga Perbandingan Madzhab, menjadi kekuatan dalam merancang program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Di bidang lingkungan, mereka akan menggelar edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga, gerakan bersih lingkungan, beautifikasi rumah ibadah, hingga lomba daur ulang limbah plastik untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara pada sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, mahasiswa menghadirkan program CERTUM (Cerdas Belajar Baca, Tulis, Hitung) bagi anak usia dini, literasi digital dan keuangan untuk remaja, Ngabar Fest bersama TPA, program 3S (Senam, Sarasehan, dan Sarapan), serta edukasi pencegahan perundungan di sekolah.

Seluruh kegiatan akan dijalankan bersama berbagai mitra, seperti RRI Sintang, BNN Kabupaten Sintang, Forum Anak, Asmisi, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.

Kehadiran mahasiswa UIN Sunan Kalijaga mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Sintang. Dalam penyambutan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang, Wakil Bupati Florensius Ronny menilai mahasiswa dari berbagai daerah membawa perspektif baru yang dapat memperkaya pembangunan daerah.

“Kehadiran mahasiswa menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, bertukar pikiran, dan membangun kolaborasi demi kemajuan Kabupaten Sintang,” katanya.

Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Sintang, Edy Haramaini, juga menilai program-program yang dibawa mahasiswa selaras dengan agenda pembangunan daerah. Pemerintah pun siap membangun sinergi lintas sektor agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.

Namun, hal yang paling menarik perhatian pemerintah daerah bukan hanya program selama 40 hari, melainkan komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk terus mendampingi masyarakat hingga tiga tahun ke depan.

Pendekatan berkelanjutan itu diharapkan mampu memastikan setiap program yang dirintis tidak berhenti setelah KKN selesai, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, langkah kecil yang dimulai dari Kelurahan Alai menjadi bukti bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari lamanya waktu berada di lapangan. Lebih dari itu, pengabdian adalah tentang membangun hubungan, menumbuhkan kepercayaan, dan berjalan bersama masyarakat menuju perubahan yang berkelanjutan. (Jat/Ridar)

No More Posts Available.

No more pages to load.