Sedekah Labuh Satukan Warga Girimulyo Jelang Musim Tanam

oleh -
img 20260912 145408

NASIONALNEWS.ID, GUNUNGKIDUL – Warga Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, kembali menjaga tradisi Sedekah Labuh menjelang musim tanam, Jumat (11/9/2026).

Tradisi yang digelar di Pendopo Kalurahan Girimulyo ini bukan sekadar kenduri. Warga berkumpul untuk memanjatkan doa agar musim tanam berjalan lancar dan hasil pertanian nantinya melimpah.

Setiap padukuhan membawa ambeng berisi nasi lengkap dengan berbagai ubo rampe. Hidangan tersebut kemudian didoakan bersama oleh rois Kalurahan Girimulyo.

Doa itu ditujukan agar masyarakat diberi kelancaran saat menanam padi, palawija, pala kesimpar hingga polo gumantung. Warga juga berharap tanaman terbebas dari serangan hama dan menghasilkan panen yang baik.

Lurah Girimulyo, Drs. Sunuraharjo, mengapresiasi masyarakat yang masih mempertahankan tradisi tersebut dari tahun ke tahun.

“Selain untuk nguri-uri tradisi, Sedekah Labuh juga untuk menjalin persaudaraan dan menjaga kerukunan antarwarga,” ujar Sunuraharjo.

Sedekah Labuh tahun ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Jumat pagi hingga Sabtu pagi.

Jumat pagi, warga mengikuti Senam Germas. Siang harinya dilanjutkan kenduri Sedekah Labuh di Pendopo Kalurahan Girimulyo.

Malam harinya, masyarakat kembali berkumpul menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Priyo Sutrisno.

Rangkaian acara berlanjut pada Sabtu pagi melalui Girimulyo Mengaji. Kegiatan keagamaan ini telah berjalan selama beberapa tahun dan menjadi salah satu agenda yang terus dipertahankan masyarakat.

Sunuraharjo menilai rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat guyup rukun masyarakat Girimulyo dalam menjaga tradisi, budaya dan nilai keagamaan.

Ia berharap Sedekah Labuh tidak berhenti sebagai ritual tahunan, tetapi terus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan silaturahmi.

“Semoga dengan acara Sedekah Labuh ini persaudaraan semakin erat dan silaturahmi tetap terjaga, sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga,” katanya.

Bagi masyarakat Girimulyo, Sedekah Labuh bukan hanya tentang doa menjelang musim tanam. Tradisi ini juga menjadi cara untuk merawat warisan leluhur, memperkuat kerukunan, sekaligus menyatukan harapan menghadapi musim pertanian berikutnya. (Wgn)

No More Posts Available.

No more pages to load.