NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sleman mendorong sekitar 110 ribu pelaku UMKM di Sleman untuk mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) agar tidak tertinggal dalam persaingan bisnis global.
Dorongan tersebut mengemuka dalam seminar bertajuk “Transformasi Berbasis AI: Pemberdayaan Dunia Kampus dan UMKM Menuju Daya Saing Global” di Pendopo Parasamya Sleman, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan ini digelar Kadin Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Pemkab Sleman, STIE SBI Yogyakarta dan Indosat. Seminar menjadi ruang belajar bersama bagi mahasiswa dan pelaku UMKM untuk mengenal pemanfaatan AI secara praktis, termasuk penggunaan IM3 dan Google Gemini.
Ketua Umum Kadin Kabupaten Sleman, Yudi Prihantana, mengatakan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan dunia pendidikan menjadi kunci untuk mempercepat penerapan teknologi AI.
Menurutnya, potensi UMKM di Sleman yang mencapai sekitar 110 ribu harus didukung dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“AI bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sudah menjadi suatu keharusan. Kalau tidak dimulai hari ini, kita bisa tertinggal,” kata Yudi.
Ia menambahkan, Kadin Sleman membuka peluang kerja sama dengan kampus-kampus lain untuk menggelar kegiatan serupa. Agenda berikutnya direncanakan berlangsung bersama Universitas Teknologi Yogyakarta pada 17 September mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar yang membuka kegiatan tersebut mengatakan AI menjadi teknologi penting yang harus dipahami dan dimanfaatkan secara bijak.
Menurutnya, pelaku UMKM bisa menggunakan AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari promosi, riset pasar hingga mencari dan mengembangkan ide produk.
“Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna AI, tetapi harus mampu memahami, mengendalikan, dan mengarahkan pemanfaatannya,” ujarnya.
Pimpinan STIE SBI Yogyakarta, Saifudin Zuhri, juga menekankan pentingnya transformasi dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang bergerak semakin cepat.
Ia berharap kolaborasi antara STIE SBI, Kadin Sleman dan Indosat tidak berhenti dalam kegiatan seminar, tetapi terus berkembang untuk memberi manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.
“Bagaimana agar teknologi ini menjadi manfaat dan bukan masalah, bukan membuat kita tergantung, tetapi justru membuat kita berkembang,” jelasnya.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Branch Sales Manager IM3 Indosat Ooredoo Hutchison Agung Pranantyo, Dosen Komunikasi Bisnis STIE SBI Maria Kumalasanti, serta Google Developer Group Co-Organizer Christian Zamorano Setiawan.
Peserta mengikuti talkshow tentang pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, tantangan dunia kerja hingga peluang bisnis di masa depan. Materi juga membahas bagaimana mahasiswa memanfaatkan AI tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis.
Selain talkshow, peserta mendapat pelatihan bertajuk The Art of Prompting: Unlocking Gemini AI for Smarter Studying. Dalam sesi ini, peserta belajar menyusun prompt untuk riset, pembelajaran dan pemecahan masalah, termasuk strategi deep research menggunakan Gemini serta membangun workflow AI untuk menghasilkan konten akademik.
Sebelum rangkaian talkshow dan workshop dimulai, STIE SBI Yogyakarta dan Indosat juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU sebagai langkah memperkuat kerja sama di bidang transformasi digital.
Melalui kegiatan ini, Kadin Sleman berharap pemanfaatan AI tidak hanya menjadi tren di lingkungan kampus, tetapi juga benar-benar bisa membantu puluhan ribu UMKM di Sleman berkembang, lebih produktif dan siap bersaing di era digital. (Jat)






