Sleman Siaga, 22 Ribu Pohon Rawan Tumbang Dipetakan

oleh -
junaidi
Kepala DLH Kabupaten Sleman, Junaidi, S.ST. (Foto: Ist.)

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mulai memperketat pengawasan pohon perindang di sejumlah ruas jalan.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi pohon tumbang akibat angin kencang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kepala DLH Kabupaten Sleman, Junaidi, S.ST., mengatakan, pihaknya telah memetakan sekitar 20 ribu hingga 22 ribu pohon perindang milik Pemerintah Kabupaten Sleman yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurutnya, kondisi pohon setelah melewati musim kemarau perlu mendapat perhatian khusus. Banyak pohon mengalami kerontokan daun, sementara sebagian dahan dan akarnya menjadi rapuh sehingga berisiko tumbang ketika diterpa angin kencang.

Hal tersebut disampaikan Junaidi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (5/11/2026).

“Menjelang musim hujan, kami melakukan pemetaan dan pemilahan pohon perindang yang berpotensi tumbang. Pohon yang kondisinya sudah rapuh menjadi prioritas penanganan,” ungkap Junaidi.

Junaidi menjelaskan, penanganan dilakukan melalui pemangkasan atau rabas-rabas untuk mengurangi beban mahkota dan ranting pohon. Sementara pohon yang sudah rapuh, berlubang, atau mengering akan ditebang demi keselamatan masyarakat.

Sejumlah ruas jalan yang menjadi perhatian DLH antara lain Ring Road, Jalan Magelang, dan Jalan Solo. Selain jalan nasional, pemetaan juga menyasar jalan provinsi dan kabupaten yang rawan diterjang angin kencang.

Salah satu jenis pohon yang mendapat perhatian khusus adalah beringin. Pohon ini dinilai memiliki risiko lebih tinggi karena mempunyai akar serabut dan dahan yang lebat sehingga perlu penanganan khusus saat menghadapi angin kencang.

DLH Sleman juga mulai mengarahkan penggantian pohon perindang yang dinilai rawan dengan jenis pohon yang lebih kuat dan memiliki akar kokoh. Beberapa jenis yang dipilih antara lain tanjung, glodogan payung, bungur, dan asem.

Untuk mendukung kegiatan pemeliharaan, DLH Sleman menyiapkan dua tim lapangan. Masing-masing tim terdiri dari sembilan personel.

Setiap tim dilengkapi dua dump truck, satu skylift light duty, tiga gergaji mesin, empat peralatan potong manual, dua tali pengaman, lima traffic cone, dan lima water barrier.

Kegiatan pemeliharaan dilaksanakan Senin hingga Jumat sesuai jam kerja. Jika diperlukan, petugas juga melakukan lembur pada Sabtu dan Minggu.

DLH juga berkolaborasi dengan BPBD Sleman dan para relawan dalam mengantisipasi potensi pohon tumbang.

Masyarakat diminta ikut berperan aktif dengan melaporkan kepada DLH Kabupaten Sleman apabila menemukan pohon perindang di tepi jalan yang terlihat rapuh, kering, atau berpotensi tumbang.

Dalam rencana penanganan, DLH mencatat sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pemangkasan, baik yang dikerjakan tim internal maupun melalui pihak ketiga.

Untuk penanganan oleh tim DLH, di Jalan Ring Road Utara dari Jombor hingga Maguwo terdapat 64 pohon, dengan 20 pohon sudah dipangkas. Di Jalan Radjimin terdapat 400 pohon, dengan 100 pohon sudah ditangani.

Sementara itu, penanganan melalui pihak ketiga mencakup Jalan Tajem hingga Babadan Wedomartani, Ngemplak, dengan 170 pohon dan 36 di antaranya sudah dipangkas.

Di Jalan Palagan Tentara Pelajar depan Hyatt, dua pohon telah selesai ditangani. Di ruas Pakem-Cangkringan, seluruh 74 pohon juga sudah dipangkas.

Adapun di Jalan Gandok-Tyasan hingga Perempatan Condongcatur, dari 190 pohon yang masuk rencana penanganan, sebanyak 106 pohon sudah dipangkas.

Melalui langkah antisipasi tersebut, DLH Sleman berharap risiko pohon tumbang selama masa pancaroba hingga musim hujan dapat ditekan. Keselamatan pengguna jalan dan masyarakat menjadi perhatian utama dalam pemeliharaan pohon perindang di wilayah Sleman. (Jat)

No More Posts Available.

No more pages to load.