NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan dua inovasi untuk mempercepat penanganan stunting, yakni sistem digital Satu Data Stunting dan program pendampingan kesehatan mental MATA HATI. Langkah ini dilakukan setelah prevalensi stunting di Sleman turun menjadi 4,04 persen pada 2026.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa meresmikan kedua inovasi tersebut dalam Workshop Penguatan Jejaring Penanganan Stunting di Pendopo Parasamya Setda Sleman, Rabu (21/10/2026). Program ini dijalankan melalui kolaborasi Pemkab Sleman dengan PT Indomarco Prismatama atau Indomaret Cabang Yogyakarta.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, prevalensi stunting pada 2026 tercatat 4,04 persen, turun dari 4,29 persen pada 2025. Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sleman sebesar 4,11 persen.
Meski angka stunting terus menurun, Pemkab Sleman menilai penanganannya tidak cukup hanya melalui pemenuhan gizi dan pemeriksaan kehamilan. Kondisi psikologis ibu hamil, ibu menyusui, dan pengasuh anak juga perlu mendapat perhatian.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Dwi Anta Sudibyo mengatakan, integrasi data dan pendampingan kesehatan mental menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan penurunan stunting.
“Melalui Satu Data Stunting, kami memastikan seluruh data terintegrasi antarinstansi secara akurat dan mutakhir sehingga intervensi medis maupun gizi tepat sasaran tanpa tumpang tindih,” ujar Dwi Anta.
Ia menambahkan, program MATA HATI melengkapi upaya tersebut dengan memberikan perhatian pada kesehatan mental ibu dan pengasuh sebagai bagian penting dari pola asuh anak.
Inovasi Satu Data Stunting dirancang untuk menyatukan data lintas instansi. Sistem ini diharapkan mampu mencegah pencatatan ganda, menghindari tumpang tindih program, serta memastikan keluarga yang membutuhkan intervensi tidak terlewat.
Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat menentukan sasaran penanganan secara lebih tepat, baik dalam pemenuhan gizi, layanan kesehatan, maupun pendampingan keluarga.
Sementara itu, MATA HATI merupakan program Indomaret untuk Kesehatan Mental. Program ini berfokus pada kondisi psikologis ibu dan pengasuh anak yang berperan penting dalam pemenuhan nutrisi serta penerapan pola asuh bagi balita.
Persoalan kesehatan mental yang tidak tertangani dapat menjadi salah satu hambatan bagi keluarga dalam memberikan pengasuhan optimal. Karena itu, dukungan psikologis diharapkan melengkapi intervensi kesehatan dan gizi untuk mencegah stunting.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan, penanganan stunting membutuhkan fondasi data yang kuat agar intervensi pemerintah benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan.
Menurut dia, data yang tidak terintegrasi berisiko menimbulkan pencatatan ganda, tumpang tindih bantuan, hingga ada calon penerima intervensi yang justru terlewat.
“Dinamika dan kompleksitas penanggulangan stunting menuntut kita membangun fondasi penting. Di sinilah pentingnya Satu Data Stunting untuk membangun data yang akurat dan terintegrasi,” kata Danang.
Danang juga mengingatkan bahwa stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik, melainkan dapat berdampak pada perkembangan kognitif anak. Karena itu, pemenuhan gizi dan perhatian terhadap kondisi psikologis ibu maupun pengasuh perlu berjalan beriringan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat gotong royong dalam penanganan stunting agar manfaat program dapat dirasakan seluruh warga.
“Mari bersama teguhkan niat Saiyeg Saeka Praya, gotong royong seluruh elemen agar kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali,” ujarnya.
Pemkab Sleman turut mengapresiasi kolaborasi dengan Indomaret Cabang Yogyakarta. Pemerintah daerah berharap keterlibatan sektor swasta dan berbagai elemen masyarakat dapat diperluas untuk mendukung penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan warga.
Melalui integrasi data, intervensi gizi, serta perhatian terhadap kesehatan mental keluarga, Pemkab Sleman berharap penurunan prevalensi stunting dapat terus berlanjut dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (Jat)






