NASIONALNEWS.ID TANGERANG — Sekretaris Dewan Kesenian Tangerang, Nur Alqomah, yang akrab disapa Zigo, memberikan klarifikasi terkait polemik honorarium pelaku seni dalam gelaran Festival Al-Azhom 2025. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut hanyalah sebuah mis-komunikasi, bukan karena kelalaian atau pengabaian terhadap hak seniman.
“Setelah saya berdiskusi langsung dengan ketua panitia penyelenggara dan beberapa pelaku seni, dapat dipastikan bahwa honorarium sebenarnya sudah dibayarkan. Hanya saja, terjadi miskomunikasi di antara pihak-pihak terkait,” ujar Zigo, Selasa (29/7/2025).
Zigo menambahkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi momentum untuk memperbaiki pola komunikasi antara panitia dan para pelaku seni ke depannya.
Festival Al-Azhom sendiri merupakan sebuah event tahunan bertajuk keagamaan yang menjadi ruang ekspresi dan apresiasi bagi berbagai elemen seni, budaya, dan religi di Kota Tangerang. Dalam setiap penyelenggaraannya, festival ini menghadirkan kolaborasi antara tradisi, seni Islami, serta partisipasi masyarakat yang luas.
“Sebagai Dewan Kesenian, kami memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan melindungi hak-hak pelaku seni. Semoga ke depan koordinasi bisa berjalan lebih baik, dan para seniman bisa lebih nyaman dalam berkarya,” tutup Zigo.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat kembali fokus pada substansi festival, yakni semangat kebersamaan dalam merayakan nilai-nilai keagamaan dan seni budaya.
Debu Kota: Klarifikasi Bung Zigo adalah Bukti Tanggung Jawab. Saatnya Perkuat Komunikasi Kesenian Kita
Komunitas seni dan budaya urban Debu Kota (Dedikasi Ekologi dan Budaya untuk Kota Tertata) menyampaikan sikap resminya terkait klarifikasi yang disampaikan Sekretaris Dewan Kesenian Tangerang, Bung Zigo, mengenai honorarium pelaku seni di Festival Al-Azhom 2025.
Ketua Debu Kota, Agia, menyatakan bahwa klarifikasi tersebut merupakan langkah penting yang menunjukkan komitmen dan tanggung jawab lembaga kesenian terhadap pelaku seni lokal.
“Kami menilai Bung Zigo telah bersikap terbuka dan tegas. Beliau turun langsung, bertemu panitia dan pelaku seni, dan memastikan bahwa honorarium telah dibayarkan. Ini bukan pembelaan semata, tapi bukti bahwa ada tanggung jawab yang dijalankan,” ujar Agia, Selasa (29/7/2025).
Festival Al-Azhom, sebagai event keagamaan tahunan di Kota Tangerang, melibatkan banyak pelaku seni dan budaya dari berbagai komunitas. Agia menyebut bahwa komunikasi yang kuat antar semua elemen — panitia, dewan kesenian, dan komunitas — adalah kunci agar situasi serupa tak terulang.
“Yang terjadi ini bukan soal niat buruk, tapi kurangnya komunikasi. Debu Kota percaya, jika ruang dialog dibuka sejak awal, maka para pelaku seni bisa bekerja dengan tenang dan profesional. Itulah yang harus jadi perhatian bersama,” lanjutnya.
Debu Kota juga menyatakan siap untuk menjadi jembatan komunikasi dan pengawasan kultural di berbagai kegiatan seni ke depan.
“Kami tidak hanya hadir sebagai pengamat, tapi juga penggerak. Debu Kota akan terus menjaga agar ruang seni di Tangerang tak hanya ramai kegiatan, tapi juga sehat secara relasi dan adil secara penghargaan,” tegas Agia.
Penutup:
Debu Kota berharap klarifikasi Bung Zigo menjadi momentum perbaikan tata kelola kegiatan seni budaya di Kota Tangerang, sekaligus penguat solidaritas antara institusi, komunitas, dan pelaku seni. Dengan semangat kolaboratif, ruang seni kota dapat tumbuh lebih tertata, berdaya, dan manusiawi.
Berita Sebelumnya,
Tampil di Festival Al-Azhom, Honor Seniman Lokal Belum Dibayar
NASIONALNEWS.ID KOTA TANGERANG – Beberapa seniman lokal dari beberapa grup band yang tampil di Festival Al-Azhom Kota Tangerang, sampai saat ini honorarium belum belum dibayar. Festival yang diadakan Pemerintah Kota Tangerang menoreh kekecewaan para seniman lokal.
Kutil mengatakan, bahwa musikalisasi puisi, Komunitas Pengamen Jalanan (Komjen), Band Majelis Preman hingga saat ini belum ada kabar sama sekali kapan mendapatkan bayarannya.
“Saya kasihan sama Asep Ketua Komjen untuk membayar honor personilnya terpaksa menggadaikan motornya untuk membayar para personil Komjen,” ungkap Kutil salah satu personil Majlis Preman kepada NasionalNews.id usai bertemu dengan Bobby Yunandar PPTK Festival Al-Azhom dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, di Gedung Cisadane, Senin (8/7/2025).
Menurutnya, bahwa teman-teman sudah berusaha berkomunikasi kepada Panitia Pelaksana dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) hingga saat ini belum juga ada kejelasan.
“Saat kami perform ditonton langsung pak Maryono Hasan Wakil Wali Kota Tangerang,” tutupnya.
Sementara PPTK Festival Al-Azhom, Bobby Yunandar mengatakan, bahwa yang tampil dari Dewan Kesenian Tangerang (DKT) itu diluar tanggung jawab Dispora Kota Tangerang.
“Yang perform di festival Al-Azhom dari DKT bukan tanggung jawab kami, itu tanggung jawab panitia pelaksana kegiatan,” terang Bobby.kepada NasionalNews.id di kantornya.
Ketika dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, H Ahmad Rofiqi Ketua BKPRMI Kota Tangerang belum memberikan keterangan, sampai berita ini diterbitkan. (SL)
(SL)






