NASIONALNEWS.ID BANYUMAS – Kepala Desa Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen, Robi Wibowo S.Sos, akhirnya angkat bicara menyusul aksi damai yang digelar ratusan warganya, Senin (11/5/2026). Dalam aksi tersebut, massa menuntut Robi mundur dari jabatannya menyusul sederet dugaan persoalan tata kelola pemerintahan desa.
Robi menyatakan dirinya menghargai langkah warga yang menyalurkan aspirasi secara tertib. Ia mengaku menerima tuntutan tersebut sebagai bahan evaluasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga saya yang sudah menyalurkan aspirasi dengan damai, dengan tertib. Insya Allah, tuntutan-tuntutan mereka menjadi introspeksi diri bagi saya,” ujar Robi kepada wartawan.
Ia menegaskan, pemerintah desa akan berupaya memperbaiki berbagai persoalan yang menjadi sorotan masyarakat.
“Dengan sisa waktu yang ada, kami akan memperbaiki dan menyelesaikan apa yang menjadi aspirasi warga. Itu menjadi kewajiban kami sebagai pemerintahan desa,” tegasnya.
Meski demikian, Robi mengklaim selama masa kepemimpinannya seluruh roda pemerintahan desa telah berjalan sebagaimana mestinya. Namun ia tetap membuka ruang pembenahan.
Hingga berita ini ditayangkan, Robi belum memberikan klarifikasi rinci terhadap 14 poin tuduhan warga, termasuk dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana desa yang menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut.
Camat Pekuncen: Ada Mekanisme yang Harus Ditempuh
Menanggapi desakan warga, Camat Pekuncen Dhany Budiarto, S.STP, menegaskan pihak kecamatan tidak bisa serta-merta memutuskan tuntutan massa tanpa prosedur yang jelas.
“Ada mekanisme yang harus ditempuh di kabupaten. Kami harus mengumpulkan fakta, data, dan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Dhany menambahkan, pihaknya tetap berpegang pada regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Desa. Ia juga menyebut hasil musyawarah desa (musdes) terkait polemik tersebut telah disampaikan ke tingkat kabupaten.
Namun, penjelasan camat itu tidak sepenuhnya meredakan ketegangan. Sejumlah warga tetap bersikeras agar Robi segera turun pada hari itu juga.
Seorang warga yang mengaku perwakilan massa menyebut laporan terkait dugaan penyimpangan sudah pernah disampaikan ke Inspektorat, tetapi tidak pernah memperoleh tindak lanjut yang jelas.
“Kami tetap minta (Kades) turun hari ini juga. Kami sudah melaporkan ke inspektorat, bahkan sampai ke BOP, tapi kemudian tidak ada kabar lagi,” keluhnya.
Situasi Memanas, Polisi Pastikan Keamanan
Situasi aksi hingga sekitar pukul 13.15 WIB dilaporkan masih memanas. Meski demikian, aparat kepolisian memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.
Kapolres Banyumas melalui Kabag Ops Kompol Dr. Benny Timor menyampaikan bahwa pihak kecamatan menjamin proses penyelesaian tidak akan berlarut-larut hingga berbulan-bulan.
“Camat dan perwakilan akan menghadap bupati. Kami tinggal menunggu waktu dari bupati untuk menentukan jadwal,” ujar Benny di lokasi.
Benny menegaskan, aparat keamanan hadir untuk memastikan jalannya penyampaian aspirasi berlangsung kondusif.
Banner Warga Tak Diturunkan, Camat: Bentuk Ekspresi
Di tengah aksi, warga memasang sejumlah spanduk dan banner berisi tuntutan. Camat Pekuncen menegaskan pihaknya tidak akan menurunkan paksa atribut tersebut.
“Apapun itu adalah ekspresi warga. Kami ingin perjalanan proses ini berjalan adem,” katanya.
Menurut Dhany, seluruh aspirasi warga telah ditampung dan akan dibawa dalam proses koordinasi ke tingkat kabupaten. Saat ini, langkah lanjutan masih menunggu jadwal audiensi dengan Bupati Banyumas.
Sementara itu, warga menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga ada kepastian tindak lanjut dari pemerintah daerah.
(Widhiantoro)








