Warga Sleman Amankan Lima Remaja Terduga Pelaku Penganiayaan di Wedomartani

oleh -
oleh
img 20260415 wa0007

NASIONALNEWS.ID SLEMAN–Warga Dusun Krapyak Lor, Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, mengamankan lima orang remaja yang diduga melakukan aksi penganiayaan atau “klitih” pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

 

Aksi pengamanan tersebut bermula ketika para pelaku terlibat pengejaran dan melakukan pemukulan terhadap dua remaja warga setempat di wilayah RW 5 Dusun Krapyak, tidak jauh dari Kompleks Pondok Pesantren Al Muhdi. Menurut keterangan saksi mata di lokasi, terduga pelaku berjumlah enam orang, namun satu orang berhasil melarikan diri.

 

“Pelaku yang diduga melakukan aksi tersebut sebenarnya ada enam orang, namun yang berhasil kami amankan lima orang,” ujar salah seorang warga yang turut berada di lokasi kejadian.

 

Berdasarkan informasi dari pengurus RW 5 Dusun Krapyak, kelima remaja yang diamankan tersebut masih berstatus sebagai pelajar tingkat menengah pertama (SMP) dan program paket di wilayah Sleman.

 

Dua orang korban yang menjadi sasaran pemukulan mengaku terkejut dan tidak mengetahui alasan mereka diserang. Saat kejadian, keduanya sedang dalam perjalanan pulang setelah berbelanja dari warung. “Saya tidak mengerti, mereka langsung mengajak berkelahi dan memukul. Padahal kami baru saja selesai belanja,” ungkap salah satu korban yang juga merupakan pelajar SMP di Ngaglik.

 

Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut segera melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan para remaja tersebut. Untuk menghindari aksi massa, pengurus kampung segera menghubungi pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Ngaglik guna proses hukum lebih lanjut.

 

Selain mengamankan para remaja, warga juga menyita barang bukti berupa dua unit sepeda motor, yakni satu unit tanpa plat nomor kendaraan dan satu unit lainnya dengan nomor polisi AB 2938 ZX.

 

Di lokasi kejadian, seorang warga bernama Hendra (52) turut menceritakan pengalaman serupa yang dialaminya pada Sabtu malam sebelumnya. Ia mengaku menjadi korban penyerangan senjata tajam oleh sekelompok remaja di wilayah Plosokuning yang mengakibatkan luka-luka di bagian wajah.

 

Hingga berita ini diturunkan, kelima remaja tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih mendalam guna mengungkap motif di balik aksi tersebut.

(Ridar)

No More Posts Available.

No more pages to load.