NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Kapolda DIY Irjen Pol Langgeng Purnomo menerima empat aspirasi warga saat menggelar Program Jumat Keliling bertajuk Polisi Bersama Masyarakat di Masjid Sultan Agung, Babadan Baru, Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (23/10/2026).
Aspirasi yang disampaikan warga mencakup penggunaan petasan, etika bermedia sosial, pelayanan kepolisian, hingga usulan pemasangan lampu peringatan lalu lintas (warning light) di kawasan Pasar Kolombo.
Kapolda DIY meminta jajarannya menindaklanjuti masukan tersebut melalui edukasi, pencegahan, koordinasi dengan instansi terkait, serta pengecekan langsung terhadap persoalan yang membutuhkan penanganan teknis.
Kegiatan yang diawali dengan salat Jumat berjamaah itu menjadi ruang dialog antara kepolisian, pemerintah wilayah, dan masyarakat. Seusai ibadah, Kapolda bersama jajaran Polda DIY duduk bersila bersama jamaah untuk mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Ketua Takmir Masjid Sultan Agung, M. Suryadi, mengapresiasi kunjungan tersebut karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan kepolisian.
Dialog berlangsung interaktif ketika Kapolda memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan keluhan dan masukan.
Wawan menjadi warga pertama yang menyoroti kebiasaan membunyikan petasan atau mercon, terutama saat Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Menurutnya, penggunaan petasan tidak hanya mengganggu ketenangan lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga. Ia berharap kepolisian membantu mencari solusi agar perayaan tetap berlangsung meriah tanpa mengorbankan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Langgeng meminta Bhabinkamtibmas meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya petasan. Langkah pencegahan perlu dilakukan melalui pendekatan persuasif, termasuk mengenali lokasi dan kelompok yang masih memiliki kebiasaan membunyikan petasan.
Namun, apabila ditemukan pelanggaran, kepolisian dapat mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Aspirasi kedua disampaikan Fahmi Arifin, dosen Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Banjarmasin yang sedang menempuh pendidikan doktoral. Ia menyoroti penggunaan media sosial yang terkadang mengabaikan etika dan kepatutan.
Fahmi menyinggung perundungan digital, penyebaran gambar atau video yang merendahkan orang lain, serta konten yang berpotensi memicu kebencian. Ia juga meminta perhatian terhadap spanduk dan baliho dengan pesan provokatif.
Kapolda mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bermedia sosial. Warga diminta melakukan cek dan ricek sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi.
Terkait spanduk dan baliho yang dinilai tidak pantas atau berpotensi menimbulkan keresahan, Kapolda menyatakan perlunya koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sesuai kewenangannya dan ketentuan yang berlaku.
Aspirasi ketiga datang dari Israr, yang memberikan masukan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan pengabdian Polri kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua RW 50 Babadan Baru, Tetriadi, menyampaikan persoalan keselamatan lalu lintas. Ia mengusulkan pemasangan lampu peringatan lalu lintas (warning light) di pertigaan Pasar Kolombo dan kawasan jalan Gang Timor Timur.
Menurut Tetriadi, aktivitas kendaraan yang cukup padat dan pertemuan arus lalu lintas di kawasan tersebut perlu mendapat perhatian untuk mengurangi risiko kecelakaan. Ia juga menyoroti kepadatan kendaraan di jalan sekitar gang sebelah timur kawasan itu.
Menanggapi usulan tersebut, Kapolda langsung meminta Direktur Lalu Lintas Polda DIY mencatat aspirasi warga, mengecek kondisi lapangan, dan melaporkan hasilnya sebagai bahan koordinasi serta tindak lanjut bersama instansi berwenang.
Selain mendengarkan aspirasi, Langgeng menegaskan pentingnya kedekatan personel Bhabinkamtibmas dengan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, ia meminta dua Bhabinkamtibmas Condongcatur, Aiptu Bastian Sapta Adhi, S.H., dan Aipda Bagiyo, maju ke hadapan jamaah.
Kapolda kemudian menanyakan apakah warga mengenal kedua personel tersebut. Jamaah serentak menjawab, “Kenal!”
Jawaban spontan itu menjadi gambaran interaksi antara petugas kepolisian dan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Langgeng mengapresiasi kedekatan tersebut. Ia meminta Bhabinkamtibmas terus aktif menyambangi warga, berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, dan memahami perkembangan situasi keamanan di wilayah tugas masing-masing.
Menurutnya, pemetaan wilayah dan identifikasi potensi kerawanan menjadi dasar penting untuk mencegah gangguan keamanan sejak dini.
Kapolda juga mendorong penguatan sinergi antara Bhabinkamtibmas, pemerintah kalurahan, pengurus RT dan RW, tokoh masyarakat, serta kelompok Jaga Warga.
Keberadaan Jaga Warga dinilai strategis dalam mendukung keamanan lingkungan melalui kepedulian dan gotong royong. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat deteksi dini, mencegah gangguan ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Selain menjaga kamtibmas, Bhabinkamtibmas diharapkan ikut mendukung program pemerintah, termasuk ketahanan pangan, penyampaian informasi, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Langgeng menegaskan, keamanan dan ketertiban tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian. Partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
Karena itu, masukan dan keluhan warga perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kepolisian sekaligus menentukan langkah pencegahan yang tepat.
Dalam kunjungan ke Masjid Sultan Agung, Kapolda DIY didampingi sejumlah pejabat utama Polda DIY, yakni Direktur Samapta Kombes Pol Joko Heri Purwanto, S.H., S.I.K.; Direktur Lalu Lintas Kombes Pol Arie Prasetyo Syafa’at, S.I.K., S.H.; Direktur Pembinaan Masyarakat Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si.; Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Arie Fadlani, S.I.K.; serta Kabid Propam Kombes Pol Satya Widhy Widaryadi, S.I.K., M.K.P.
Turut hadir Panewu Depok Rakhmat Harinawan, S.Sos., M.Si., beserta jajaran, Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto, S.IP., M.AP., staf kalurahan, pengurus RT dan RW Babadan Baru, takmir masjid, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Salat Jumat tersebut diawali dengan adzan yang dikumandangkan Alamudin Haqi, mahasiswa S1 Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Banjarmasin yang sedang menempuh pendidikan S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kiai Zainal Fata bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Pertemuan di Masjid Sultan Agung menunjukkan bahwa persoalan warga dapat menjadi bahan komunikasi langsung antara masyarakat dan kepolisian, mulai dari gangguan ketenangan akibat petasan hingga kebutuhan fasilitas keselamatan jalan.
Melalui Program Jumat Keliling, Polda DIY mendorong komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama dengan pemerintah wilayah dan unsur masyarakat untuk menjaga keamanan serta ketertiban bersama. (Ridar)






