Ade Manasyah Putra Betawi, Anak Punk Jalanan Sampai ke Ruang Sidang

oleh -
img 20260501 wa0020

NASIONALNEWS.id, JAKARTA – Jalan hidup Ade Manansyah, SH., MH. bukan sekadar cerita perubahan biasa. Ini adalah potret keras tentang bagaimana seorang anak jalanan, yang pernah hidup dalam kultur punk, menembus batas stigma sosial dan berdiri tegak sebagai advokat – membela mereka yang kerap tak punya suara.

Lahir dari pasangan H. Madsani dan Hj. Iyah Samsiah, Ade adalah putra asli Betawi yang tumbuh di kawasan padat penduduk Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat – wilayah dengan dinamika sosial tinggi dan kompleksitas persoalan hukum yang nyata.

Ditempa Jalanan, Disadarkan Ketidakadilan

Masa muda Ade bukan dihabiskan di ruang kelas. Ia pernah menjadi bagian dari kehidupan anak punk – keras, bebas, dan penuh tantangan. Namun dari jalanan itu pula, ia menyaksikan langsung ketimpangan hukum : masyarakat kecil yang kerap kalah sebelum didengar.

Titik balik pun terjadi. Ade memilih meninggalkan kehidupan lama dan menempuh pendidikan hukum dengan penuh perjuangan. Ia tercatat sebagai alumni Universitas Bung Karno (S1) dan melanjutkan pendidikan Magister Hukum di STIH IBLAM (S2). Langkah ini menjadi fondasi kuat dalam perjalanan profesionalnya di dunia hukum.

Masuk Ruang Sidang, Bukan Sekadar Beracara

Kini, Ade Manansyah dikenal sebagai advokat muda yang vokal dan berani. Ia bukan sekadar praktisi hukum, tetapi juga representasi suara warga kecil yang kerap terpinggirkan.

Bernaung di Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) yang juga sebagai Wakil Ketua DPC PERADI JAKARTA BARAT, Ade aktif menangani berbagai perkara, terutama yang menyangkut kepentingan masyarakat. Gaya advokasinya lugas, tajam, dan tanpa kompromi terhadap ketidakadilan.

Dari Tanah Sereal untuk Indonesia

Sebagai anak Betawi dari Tanah Sereal, Ade tidak melupakan asal-usulnya. Ia aktif dalam kegiatan sosial, forum warga, hingga pendampingan hukum langsung di tengah masyarakat.

Keberadaannya menjadi simbol bahwa advokat tidak harus lahir dari elit – tetapi bisa tumbuh dari gang sempit, dari realitas keras, dan dari pengalaman hidup yang membentuk empati.

Melawan Stigma, Mengubah Nasib

Kisah Ade Manansyah adalah bukti bahwa masa lalu bukan vonis. Dari anak punk jalanan, kini ia berdiri di ruang sidang sebagai pembela keadilan.

Di tengah skeptisisme publik terhadap hukum, Ade hadir sebagai wajah berbeda : keras karena pengalaman, tajam karena realita, dan berpihak karena pernah merasakan.

“Saya datang dari bawah. Karena itu saya tahu, hukum tidak boleh hanya milik mereka yang di atas,” Ade Manansyah kepada Nasionalnews.id, Jumat (1/5/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.