Demo Rumah Duka, Warga Kalideres Ancam Gubernur Jika Tutup Mata

oleh -
img 20260228 wa0051

NASIONALNEWS.id, JAKARTA — Warga RW 017, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak pembangunan rumah duka dan krematorium Swarga Abadi di Jalan Utan Jati, Sabtu (28/2/2026).

Dalam aksi tersebut, warga mendesak Pramono Anung untuk menghentikan secara permanen proyek pembangunan rumah duka tersebut. Apabila aspirasi tidak didengar warga mengancam Pilgub mendatang tidak akan pilih kembali.

“Pak Gubernur, tolong pak…ini pertama kali kami memohon kepada bapak Gubernur, Kami pendukung bapak, ini rumah kami, ini demi masa depan anak kami. Jika aspirasi kami tidak didengar, maka kami sepakat pada Pilgub tidak akan pilih bapak kembali,” ujar Budi Switarno perwakilan warga Rw. 017 saat berorasi.

img 20260228 wa0052

Warga juga meminta agar perizinan pembangunan diaudit ulang. Mereka mendesak aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap izin bangunan yang diterbitkan Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata), termasuk terkait dokumen analisis dampak lingkungan (amdal).

Sementara, perwakilan warga Pegadungan, Budiman Tandiono, mengatakan aksi tersebut merupakan kali kedua dilakukan masyarakat. Sebelumnya, aksi serupa digelar warga RW 012 dan RW 019 Pegadungan, Kalideres.

“Ini demonstrasi kedua. Kami akan terus mengawal dan menyuarakan penolakan sampai pembangunan rumah duka Swarga Abadi dihentikan secara permanen,” tegasnya.

Warga juga meminta partai politik terkait untuk turun tangan mendengar aspirasi masyarakat. Mereka menyatakan akan menentukan sikap politik pada pemilihan mendatang apabila tuntutan tidak direspons.

Sebelumnya sudah diselenggarakan rapat koordinasi, pihak perwakilan warga dengan pihak Sudin Citata Kota Administrasi Jakarta Barat di aula Pemkot  pada 25 Febuari 2026. Dan dalam keputusan tersebut pihak Sudin Citata memberhentikan sementara pembangunan rumah duka Swarga Abadi

No More Posts Available.

No more pages to load.