NASIONALNEWS.id, JAKARTA — Polemik kegiatan wisuda yang diduga dibalut acara silaturahmi dan tasyakuran di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 12 Jakarta Barat terus menjadi sorotan para wali murid. Tidak hanya mempertanyakan transparansi anggaran kegiatan tersebut, sejumlah orang tua siswa juga mulai menyoroti terkait uang tahunan yang selama ini dikutip pihak sekolah.
Keluhan itu disampaikan beberapa wali murid yang meminta adanya keterbukaan penggunaan anggaran kepada seluruh orang tua siswa. Mereka menilai, dana yang dikumpulkan sejak siswa duduk di bangku kelas 10 hingga kelas 12 jumlahnya tidak sedikit, namun belum pernah ada laporan rinci mengenai penggunaannya.
“Bukan hanya soal biaya wisuda, kami juga mempertanyakan uang tahunan yang dikutip sekolah melalui Komite. Selama ini belum pernah ada laporan jelas penggunaan dananya untuk apa saja,” ujar salah satu wali murid kepada nasionalnews.id, Selasa (12/5/2026).
Menurut mereka, transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah para orang tua siswa. Terlebih, beberapa kegiatan sekolah seperti try out (TO) persiapan UTBK juga masih kembali dibebankan kepada siswa.
“Kalau memang ada uang tahunan yang dikumpulkan setiap tahun, seharusnya bisa dijelaskan penggunaannya. Orang tua hanya ingin ada keterbukaan,” tambahnya.
Wali murid berharap pihak sekolah, komite maupun koordinator kelas (korlas) dapat memberikan penjelasan resmi serta laporan pertanggungjawaban terkait seluruh dana yang dihimpun dari orang tua siswa.
Sementara menyikapi anggaran tahunan pihak Humas sekolah MAN 12 Achmad Istikhori Yahya maupun Ketua Komite Nyi Dewi Puspitasari, M.I.KOM saat dikonfirmasi nasionalnews.id, melalui pesan singkat WhatsApp belum memberikan jawaban sampai berita ini ditayangkan.






