NASIONALNEWS.id YOGYAKARTA – Persatuan Sepak bola Padang (PSP) adalah klub sepak bola legendaris yang didirikan pada tahun 1928. Berjuluk “Pandeka Minang”, klub perserikatan kebanggaan masyarakat Kota Padang ini berawal dari kompetisi lokal dan secara konsisten melahirkan pemain nasional sebelum akhirnya bertransformasi menjadi klub profesional.
Akan menunjukkan kembali kejayaannya
dihadapan pecinta olah raga sikulit bundar itu dihadapan khalayak ramai dalam dua laganya yang akan berlangsung distadion Mandala Krida Yogyakarta.
PSP Padang berusaha sekuat tenaga melawan Persikotras Tasikmalaya tanggal 12 Juni 2026 dan Persema Manado tgl 15 Juni 2026 stadion Mandala Krida Yogyakarta.
“Mari sama-sama kita dukung dan beri support penuh kesebelasan kebanggaan urang minang ini.Dari kota perjuangan ini kami berseru untuk memviralkannya. Agar disaksikan orang minang sedunia”kata Kerta, Ikatan Keluarga Besar Minang Yogyakarta (IKBMY), Kamis (11/6/2026) malam, di Hotel Prayogo Jalan Prawirotaman Yogyakarta.
Para tokoh masyarakat Minang perantauan Minang yang melebur dalam berbagai komunitas kota Yogyakarta itu yang dipimpin langsung Gusti Remon SH itu diterima keluarga besar PSP Padang dengan penuh kehangatan itu antara lain.
Ketua umum PSP Padang Amril Amin ,Osman Ayub Ketua Harian PSP Padang dan juga Wakil Ketua DPRD kota Padang, Indrå Junaidi selaku Manager PSP Padang termasuk Joni Effendi pelatih PSP Padang dan Kapten Kesebelasan PSP Padang Agung Wicaksono.
“Kami mengucapkan terima kasih atas support yang diberikan warga minang di Jogjakarta dan ini merupakan bentuk kepedulian dan kami berusaha semaksimal memenuhi harapan warga minang diseluruh Indonesia dan dunia dengan harapan PSP Padang kembali kekancah sepak bola nasional” kata Ketua Umum PSP Padang, Amril Amin.
Amril Amin sedikit menuturkan, klub sepak bola kebanggaan urang minang ini cukup lama memberikan konstribusi dan melahirkan pemain pemain yang handal. “Kesebelasan ini yang lahir dizaman Belanda telah melalui perjalanan dan pernah meraih zaman keemasan era tahun 1960-an,” pungkasnya. (Ridar)










