Orado Jateng Siapkan Wasit Berlisensi untuk Piala Panglima TNI

oleh -
wasit

NASIONALNEWS.ID, SOLO – Pengurus Provinsi (Pengprov) Orado Jawa Tengah menyiapkan wasit berlisensi dan bersertifikasi untuk mendukung penyelenggaraan Turnamen Domino Piala Panglima TNI.

Persiapan dilakukan melalui pelatihan referee yang digelar di Rutan Kelas I Surakarta selama dua hari, 29-30 Agustus 2026.

Pelatihan diikuti 11 perwakilan pengurus cabang Orado tingkat kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja Bidang Teknik dan Wasit Pengprov Orado Jawa Tengah untuk meningkatkan standar kompetensi perangkat pertandingan.

Ketua Pengprov Orado Jawa Tengah, Agung Yudhanto, mengatakan pelatihan referee menjadi langkah penting untuk menghadirkan wasit yang memiliki lisensi dan sertifikasi terpercaya.

“Hari ini kami merealisasikan program pelatihan referee atau wasit. Ini merupakan program kerja Bidang Teknik dan Wasit Orado untuk menciptakan wasit yang memiliki lisensi dan sertifikasi terpercaya,” ujar Agung.

Menurutnya, keberadaan wasit yang kompeten diperlukan agar setiap kompetisi domino dapat berlangsung dengan aturan dan standar yang jelas.

“Tujuannya menciptakan kondisi kompetisi yang memiliki standardisasi dan kompetensi,” katanya.

Pelatihan tersebut sekaligus menjadi persiapan Pengprov Orado Jawa Tengah dalam menyukseskan Turnamen Domino Piala Panglima TNI.

Agung menjelaskan, turnamen tersebut akan digelar secara serentak di 101 kabupaten dan kota di Indonesia. Khusus Jawa Tengah, Orado mendapat mandat dari Mabes TNI untuk menyelenggarakan turnamen di lima daerah.

Kelima daerah tersebut yakni Pemalang, Tegal, Kabupaten Semarang, Surakarta, dan Grobogan.

Turnamen disiapkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 TNI sekaligus upaya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Agung berharap momentum tersebut dapat mendorong domino berkembang sebagai cabang olahraga yang semakin profesional dan diterima lebih luas oleh masyarakat.

“Domino naik kelas. Banyak aturan yang sudah ditata dan memiliki standardisasi. Dengan domino, kita berharap dapat memintarkan Indonesia,” ujarnya.

Pelaksanaan pelatihan mendapat dukungan dari Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, melalui fasilitas tempat kegiatan.

Dukungan tersebut dinilai menjadi bentuk sinergi antara Orado dan berbagai kelompok masyarakat dalam mengembangkan olahraga domino.

Bhanad memberikan fasilitas Rutan Kelas I Surakarta sebagai lokasi pelatihan referee. Kehadiran Orado di lingkungan rutan sekaligus menunjukkan bahwa domino merupakan olahraga yang dekat dengan masyarakat dan memiliki basis penggemar yang luas.

Ketua Bidang Teknik dan Wasit Pengurus Besar Orado, Isra Prasetya Idris, hadir sebagai fasilitator.

Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias. Materi yang diberikan mencakup peraturan dasar permainan domino hingga tata cara penyelenggaraan kompetisi.

Pengprov Orado Jawa Tengah berharap kualitas perangkat pertandingan semakin meningkat sehingga penyelenggaraan turnamen domino dapat berlangsung profesional, tertib, dan sesuai standar yang telah ditetapkan. (Ridar/mul)

No More Posts Available.

No more pages to load.