NASIONALNEWS.ID, CILACAP – Ribuan jamaah menghadiri kegiatan Manaqib Kubro, Istighosah, Temu Mursyid, Bahtsul Masail, dan Pengajian Akbar Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Jawa Tengah dan DIY yang digelar di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Kesugihan, Cilacap, pada 3–4 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara ulama dan umara dalam menjaga persatuan serta memperkuat kehidupan berbangsa.
Selain dihadiri para mursyid, kiai, dan ribuan jamaah tarekat dari berbagai daerah, acara tersebut juga dihadiri unsur pemerintah. Kehadiran para pemimpin daerah bersama para ulama menunjukkan sinergi yang erat antara tokoh agama dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius sekaligus harmonis.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya peran tarekat dalam membangun spiritualitas masyarakat. Menurutnya, amalan zikir tidak hanya menjadi ibadah pribadi, tetapi juga menjadi doa untuk keselamatan bangsa, negara, serta kelancaran roda pemerintahan.
“Semoga jalannya roda pemerintahan masuk dalam doa-doa panjenengan. Pemerintahan akan berlangsung dengan baik berkat doa ahli tarekat dan ulama,” ujarnya.
Sementara itu, Rais A’ali JATMAN, KH Achmad Chalwani Nawawi menegaskan perjalanan sejarah Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran ulama dan ahli tarekat. Nilai-nilai spiritual yang diwariskan para ulama menjadi fondasi penting dalam perjuangan membangun bangsa dan menjaga persatuan.
Manaqib Kubro juga menjadi wadah konsolidasi organisasi, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta mempererat hubungan antarpengamal tarekat di Jawa Tengah dan DIY. Berbagai rangkaian kegiatan seperti istighosah, pembacaan manaqib, tausiyah, hingga doa bersama berlangsung khidmat dan diikuti ribuan peserta.
Melalui kegiatan ini, para jamaah JATMAN berharap silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat terus terjalin erat sehingga mampu menghadirkan kehidupan yang damai, religius, serta memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman. (M. Ridar Harahap)






