NASIONALNEWS.ID, PALANGKARAYA – Tim Penyuluh Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Angkatan LVI turun langsung ke tengah masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Melalui kegiatan penyuluhan door to door, tim yang dipimpin Kolonel Arh Sutrisno, S.Sos., selaku Pasis Dikreg Sesko TNI, menyambangi wilayah kerja Puskesmas Menteng, Palangkaraya, Selasa (1/9/2026).
Penyuluhan menyasar warga sekitar puskesmas, petugas kesehatan, kader, hingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Kahayan. Pendekatan langsung tersebut dilakukan agar edukasi mengenai bahaya Karhutla dapat diterima masyarakat secara komunikatif dan mudah dipahami.
Kolonel Arh Sutrisno mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, selain memiliki konsekuensi hukum, asap Karhutla dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami mengimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan. Selain melanggar hukum, dampak asap Karhutla sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan lansia yang datang berobat ke puskesmas,” tegas Sutrisno.
Tim juga berdialog dengan petugas Puskesmas Menteng mengenai peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait risiko paparan asap Karhutla.
Petugas dan warga turut diajak meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan keberadaan titik api kepada aparat terdekat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi kebakaran.
Selain di lingkungan puskesmas, penyuluhan dilanjutkan ke kawasan sekitar Sungai Kahayan. Para Pasis berdialog dengan masyarakat yang sedang bekerja sembari mengajak mereka bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, lahan, dan hutan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian Pasis Dikreg Sesko TNI LVI dalam mendukung pemerintah daerah menangani Karhutla sekaligus memperkuat pembinaan teritorial.
Kolonel Sutrisno berharap pendekatan langsung kepada masyarakat dapat meningkatkan kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama pada musim kemarau ketika risiko Karhutla meningkat.
“Mari kita jaga Kalimantan Tengah tetap hijau dan sehat. Keamanan dan ketertiban lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut, Kolonel Sutrisno didampingi Kol Pnb Sunar Adi, Kol Laut (S) Hendri Susilo, Kol Czi Mangatas Sibuea, Kol Lek Tommy Aryanto, dan Kol Pas Y. Made Suarsono. (Jat/Penrem 072Pmk)






