NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Usia senja bukan alasan untuk berhenti belajar dan berkembang. Sebanyak 195 lansia di Kabupaten Sleman membuktikan hal itu dengan mengikuti wisuda Sekolah Lansia Standar 2 pada Oktober 2026.
Program yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Ke depan, Pemkab Sleman berharap sekolah lansia bisa hadir di setiap kalurahan sehingga semakin banyak warga lanjut usia mendapat kesempatan belajar.
Wisuda tersebut bukan sekadar seremoni kelulusan. Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas semangat dan ketekunan para lansia dalam mengikuti pembelajaran, sekaligus menegaskan bahwa kesempatan untuk terus berkembang tetap terbuka pada setiap tahap kehidupan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, Muhammad Daroji, menyampaikan bahwa sekolah lansia menjadi sarana pembelajaran sekaligus pemberdayaan bagi kelompok lanjut usia.
Dalam sambutan Kepala DP3AP2KB Sleman yang dibacakannya, Daroji menjelaskan, hingga 2026 telah terbentuk 19 sekolah lansia yang tersebar di 14 kapanewon di Kabupaten Sleman.
“Wisuda ini bukan sekadar seremoni penyerahan tanda kelulusan, tetapi juga momentum untuk menegaskan bahwa kesempatan belajar, berkembang, dan berkarya tetap terbuka pada setiap tahap kehidupan,” paparnya, Rabu (21/10/2026).
Pada 2026, Sekolah Lansia Standar 2 diselenggarakan di enam kapanewon dengan total 195 peserta yang diwisuda.
Berikut sebaran peserta dari masing-masing sekolah lansia:
- BKL Sehat Ceria, Jongkangan, Tamanmartani, Kalasan: 47 lansia.
- BKL Sekar Melati, Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati: 37 lansia.
- BKL Melati, Sebayu, Triharjo, Sleman: 35 lansia.
- BKL Tresno Werdo, Kartodadi, Pakembinangun, Pakem: 26 lansia.
- BKL Seger Waras, Sembuhan Lor, Sendangmulyo, Minggir: 25 lansia.
- BKL Harapan Sejahtera, Jowah, Sidoluhur, Godean: 25 lansia.
Program ini dikembangkan melalui Bina Keluarga Lansia (BKL) yang berada dalam pembinaan DP3AP2KB Sleman. Sekolah lansia diharapkan membantu para peserta meningkatkan pengetahuan, kapasitas diri, dan kemampuan menjalani masa tua secara lebih berkualitas.
Pengembangan sekolah lansia menjadi semakin penting seiring meningkatnya umur harapan hidup dan jumlah penduduk lanjut usia di Sleman.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), umur harapan hidup penduduk Sleman pada 2024 mencapai 73,64 tahun untuk laki-laki dan 77,25 tahun untuk perempuan.
Sementara itu, jumlah penduduk lansia pada 2025 tercatat mencapai 177.634 jiwa atau sekitar 16,7 persen dari total penduduk Sleman.
Angka tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa bertambahnya usia harapan hidup juga diikuti peningkatan kesejahteraan. Lansia tidak hanya diharapkan berumur panjang, tetapi juga tetap sehat, mandiri, bahagia, dan memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Daroji menjelaskan, dari 19 sekolah lansia yang telah terbentuk, sebanyak 12 sekolah didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), empat sekolah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kemendukbangga/BKKBN, dan tiga sekolah lainnya terbentuk melalui kemitraan.
Mitra tersebut meliputi Aisyiyah Cabang Sleman, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), dan Yayasan Wredha Mulia.
“Ke depan, Pemkab Sleman berharap Sekolah Lansia dapat dikembangkan di setiap kalurahan agar semakin banyak lansia memperoleh akses pembelajaran dan pemberdayaan secara berkelanjutan,” sambungnya.
Keberlanjutan program ini juga didukung berbagai pihak, mulai dari Kemendukbangga/BKKBN, Yayasan Indonesia Ramah Lansia, pemerintah kapanewon dan kalurahan, penyuluh keluarga berencana (PKB), petugas lapangan keluarga berencana (PLKB), pengelola dan kader BKL, tenaga pendidik, pendamping, hingga keluarga lansia.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan program sekaligus memastikan lansia mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan.
Melalui pengembangan sekolah lansia, Pemkab Sleman berupaya membangun lingkungan yang ramah terhadap warga lanjut usia. Harapannya, para lansia tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, berinteraksi, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dengan begitu, masa tua tidak hanya menjadi fase kehidupan yang dijalani, tetapi juga kesempatan untuk tetap tumbuh, berdaya, dan dihargai. (Jat)






