NASIONALNEWS.ID, KUALA LUMPUR – Mahasiswa Indonesia membawa hasil riset pendidikan ke forum akademik internasional. Alamudin Haqi, mahasiswa Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta asal Kalimantan Selatan, mempresentasikan penelitiannya tentang pengaruh kedisiplinan terhadap pemahaman siswa sekolah dasar mengenai hak dan kewajiban di Malaysia.
Presentasi tersebut berlangsung dalam kegiatan International Student Academic Experience (ISAE) PGMI 2026. Alamudin memaparkan hasil kajiannya di hadapan mahasiswa dan dosen Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia.
Penelitian berjudul The Effects of Student Discipline and Family Environment on Elementary School Students’ Understanding of Their Rights and Obligations itu mengkaji hubungan kedisiplinan siswa dan lingkungan keluarga dengan pemahaman anak tentang hak serta kewajibannya.
Hasil penelitian menunjukkan, kedisiplinan siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap pemahaman mereka mengenai hak dan kewajiban. Sementara itu, lingkungan keluarga tidak menunjukkan pengaruh signifikan ketika dianalisis secara terpisah.
Namun, ketika kedisiplinan dan lingkungan keluarga dianalisis secara bersama-sama, kedua faktor tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman siswa.
Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan mengenalkan aturan kepada anak. Siswa juga perlu dibiasakan bersikap disiplin, mampu mengendalikan diri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, terutama di sekolah.
Melalui penelitian tersebut, Alamudin berharap dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan pendidikan dasar di Indonesia, khususnya dalam membentuk karakter anak agar memahami hak dan kewajibannya sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Perkenalkan Budaya Indonesia di Sekolah Malaysia
Tak hanya mengikuti forum akademik, rombongan mahasiswa Magister PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga mengunjungi Sekolah Kebangsaan Bandar Baru Seri Petaling 1, Malaysia.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan pendidikan di Malaysia sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada para pelajar setempat.
Interaksi langsung di lingkungan sekolah membuka ruang pertukaran wawasan tentang pendidikan dan kebudayaan kedua negara. Mahasiswa tidak hanya belajar memahami praktik pendidikan di negara lain, tetapi juga ikut memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa.
Bagi Alamudin, keikutsertaannya dalam ISAE PGMI 2026 bukan sekadar pengalaman belajar di luar negeri. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan global, meningkatkan kepercayaan diri dalam forum ilmiah internasional, dan membawa nama baik daerah asal serta almamater.
Sebagai putra daerah Kalimantan Selatan yang kini menempuh pendidikan magister di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Alamudin berharap pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan Indonesia.
Partisipasinya dalam kegiatan internasional ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran dalam membangun jejaring akademik antarnegara. Melalui riset dan pertukaran budaya, mahasiswa Indonesia dapat ikut menyumbangkan gagasan sekaligus memperkenalkan identitas bangsa di tingkat internasional.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas perspektif, membangun kolaborasi, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. (Ridar)*










