Sekda Nabire Buka Pameran Keliling Koleksi Etnografika dan Arkeologika

oleh -

NASIONALNEWS.ID, NABIRE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe, membuka pameran keliling koleksi etnografika dan arkeologika museum Papua, di SMK N 1 Nabire, Rabu (14/11/2018).

Ketua panitia, Marthen Sinay menggelar kegiatan tersebut dimulai tanggal 14 hingga 16 November 2018. Dalam kesempatan itu, turut hadir Tokoh agama dan tokoh perempuan serta siswa-siswi SMK Negri 1 Nabire.

Pameran keliling yang diselenggarakan UPTD Museum Negeri Dinas Kebudayaan Provinsi Papua tersebut, mengusung tema “Mengenal Jati Diri Bangsa Melalui Pelestarian Benda-benda Budaya Etnografika dan Arkeologika”, melalui pameran benda-benda budaya kita ajarkan kepada sesama kita, untuk menerima dan menyaring serta mempertahankan demi terwujudnya jati diri bangsa.

Gubernur Papua dalam sambutanya yang disampaikan Sekda Kabupaten Nabire, I Wayan Mintaya mengatakan bahwa, pameran keliling yang bertajub mengenal jati diri bangsa melalui pelestarian benda-benda budaya etnografi dan arkeologi, diselenggarakan dalam rangka revitalisasi museum, yang merupakan salah satu kegiatan gerakan nasional cinta museum dengan di awali peluncuran tahun kunjung museum 2010 oleh Kementerian dan Pariwisata (Menbudpar).

“Revitalisasi museum bertujuan guna meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum, meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan museum dan pelayanan pengunjung, dengan menjadikan museum sebagai pranata sosial yang mampu membangkitkan kebanggaan dan memperkokoh jati diri bangsa,” ujarnya.

Untuk itu lanjut Sekda, diperlukan gerakan bersama untuk penguatan pemahaman, apresiasi, kepedulian akan identitas dan perkembangan budaya bangsa yang harus terbangun pada tataran semua komponen masyarakat Indonesia, baik dalam skala lokal, regional maupun nasional.

Di tempat yang sama ketua panitia pameran keliling Marthen Sinay mengatakan bahwa tujuan diadakan pameran keliling guna memperkenalkan serta memamerkan ciri khas budaya masyarakat asli Papua. ” Budaya merupakan identitas suatu Daerah di Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskan Marthen, pameran keliling setiap tahun dilakukan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Papau, koleksi yang di pamerkan mulai dari wilayah pesisir sampai dengan wilayah pegunungan yang ada di 28 Kabupaten kota di Papua. Sehingga para generasi muda baik dari tinggkat SD sampai perguruan tinggi dapat melihat benda-benda bersejarah yang tersimpan di Nuseum,” jelasnya.

“Saya harap masyarakat khususnya di Kabupaten Nabire untuk melihat langsung benda-benda budaya Papua yang memiliki nilai-nilai estetikanya tinggi, karna nilai ini merupakan warisan budaya,” tutup Marthen.(Yeri Tarima/Ang)

No More Posts Available.

No more pages to load.