AKBP Basuki Dipecat: Pengakuan Seks dan Kematian Levi Terungkap di Sidang Etik

oleh -
oleh
akbp basuki saat dipecat! dalam sidang etik polri

NASIONALNEWS.id,SEMARANG-Keluarga korban Levi menilai keputusan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) terhadap AKBP Basuki sebagai langkah bersih-bersih Polri dari kasus kelam pada sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP)  digelar di Polda Jateng Rabu (3/12/2025). Menurut Zainal, kuasa hukum keluarga, mengungkap fakta mencengangkan yang sebelumnya ditutupi.

Zainal menyebut, ada temuan penting di persidangan terkait kondisi korban sebelum ditemukan meninggal. Levi yang ditemukan meninggal tanpa busana di kos-hotel, Senin (17/11) itu disebut sudah kesulitan bernapas sejak pukul 00.00 WIB.

 

“Jam 00.00 WIB malam itu menurut pengakuannya sudah melihat Levi ‘cengep-cengep’, tersengal-sengal napasnya. Tapi dia mengaku karena kelelahan, terus tertidur, bangun jam 04.00 WIB sudah meninggal,” ungkapnya.

Zainal pun menilai ada unsur pembiaran, karena sebagai perwira menengah, Basuki disebut seharusnya memiliki refleks segera meminta bantuan medis.

“Majelis menanyakan kenapa tidak panggil dokter atau ambulans. Jawabnya karena dia ‘nggak connect’, kalut, sudah dua hari kurang tidur,” jelasnya.

“Dalam sidang, terungkap bajunya Levi dilepas, tapi dia tidak menjawab jelas,” ungkap Zainal. Lebih mengejutkan, keterangan Basuki berubah drastis. Pada pemeriksaan awal, ia mengklaim tidak pernah berhubungan seksual. “Baru terungkap tadi, mengakui pernah melakukan hubungan seksual, bahasanya keceplosan,” tambahnya.

 

Sejak awal, keluarga yakin Basuki pantas di-PTDH karena Levi meninggal saat berada dalam kuasanya. “Ketika di-PTDH, artinya Polri harus bersih-bersih diri karena sedang belepotan. Kalau tidak, citra polisi semakin jelek,” tegas Zainal.

Sumber: Detektif Swasta

Editor: IMAM S

No More Posts Available.

No more pages to load.