NASIONALNEWS.ID YOGYAKARTA – Dewan Direksi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berdiskusi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Gadri, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (8/1/2026).
Pertemuan tersebut membahas perencanaan terkait pelaksanaan proses revitalisasi Anjungan DIY guna meningkatkan fungsi dan peran sebagai sarana promosi DIY.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, usai pertemuan menyampaikan, bahwa TMII bukan sekedar ruang rekreasi bagi masyarakat, melainkan juga ruang pameran dan promosi daerah, sehingga perlu didukung melalui landasan dan revitalisasi yang berkelanjutan.
Perubahan kebijakan menjadi catatan utama agar proses perancangan dan operasional kedepannya dapat berjalan lebih terstruktur dan tertata.
“Tetapi juga perlu perubahan kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri mengenai masalah struktur organisasi yang selama ini keputusannya diurus oleh perwakilan penghubung daerah. Harapan saya memang diperlukan struktur organisasi di Pemda (DIY) yang memungkinkan terbukanya ruang, ada tim yang pada dasarnya SK Gub untuk mengelola anjungan di Taman Mini dari kebudayaan,” jelas Gubernur DIY.
Perubahan peran pemerintah daerah dalam pengelolaan kawasan TMII dinilai memungkinkan perencanaan anggaran serta pengemasan pameran dan promosi dapat didesain lebih terarah dan sistematis sejak awal.
“Sehingga proses pola anggaran, jenis-jenis apa yang harus dipamerkan, apa yang dipromosikan dan sebagainya lebih mempunyai kepastian (dan) dapat didesain dari awal,” tegas Sri Sultan.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, mengungkapkan bahwa kedatangannya bertujuan untuk melakukan audiensi serta membangun kesepahaman terkait rencana revitalisasi yang akan dilaksanakan.
Ke depan, anjungan DIY akan menjadi ruang tata pamer di Taman Mini sekaligus menjadi sarana promosi DIY.
“Dalam waktu dekat kami akan (membuat) MOU , mungkin pembangunannya dalam waktu dekat setelah kami konsepkan bersama semuanya,” jelasnya.
Senada, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menambahkan, Pemda DIY mendukung penuh konsep revitalisasi tersebut. Meski masih berada pada tahap minat dan menghilangkan tantangan, revitalisasi kawasan DIY diyakini dapat memberikan timbal balik positif bagi sektor kebudayaan dan pariwisata DIY.
“Secara konsep kita sepakat bahwa anjungan DIY di Taman Mini Indonesia Indah akan menjadi wajah kita bersama yang mampu memberikan timbal balik kesejahteraan. Bisa membawa promosi dan publikasi DIY ke tingkat yang lebih tinggi, juga memberikan hasil-hasil yang tidak hanya menguntungkan di Jakarta, tetapi membawa masyarakat luar berkunjung ke Jogja,” tutup Dian.
(Ridar/Humas Pemda DIY).






