Hari Jamu Nasional 2026, Jamu Sebagai Upaya Cegah Penyakit di Masyarakat

oleh -
oleh
img 20260525 wa0018

NASIONALNEWS.id YOGYAKARTA Ketua Dewan Jamu Indonesia DIY, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR, FINASIM, menyoroti pentingnya jamu sebagai upaya pencegahan penyakit di masyarakat.

Ia menyebut berbagai penyakit seperti diabetes, asam urat, hipertensi, hingga kanker sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat yang salah satunya didukung konsumsi jamu.

“Diantara beberapa penyakit yang berhasil disembuhkan dengan jamu pendamping obat standar seperti asam urat, kanker, stroke dan penyakit  jantung”kata Prof.Dr.dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR sebelum berlangsungnya acara Minum Jamu Serentak yang dipusatkan di Lapangan Pancasila Graha Sabha Pramana UGM Yogyakarta, Senin (25/5/2026).

Ia menambahkan budaya minum jamu perlu terus dihidupkan kembali agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada pengobatan ketika sudah menderita penyakit.

“Jamu sangat berperan sebagai pendamping obat standar dalam proses penyembuhan penyakit,” katanya.

Wakil Rektor UGM Dr. Danang Sri Hadmoko,MSc dalam sambutannya menjelaskan Danang menjelaskan UGM memiliki kekuatan besar untuk mengembangkan riset jamu karena didukung keberagaman disiplin ilmu dari 18 fakultas, dua sekolah, dan berbagai pusat studi.

Ia mengatakan, pengembangan jamu tidak dapat dilihat hanya dari aspek medis, melainkan juga dari sisi budaya, lingkungan, hingga keberlanjutan bahan baku.

“Jamu bukan sekadar urusan laboratorium atau penelitian medis. Jamu adalah warisan budaya  yang hidup di masyarakat. Indonesia”ujarnya.

UGM  bersama Dewan Jamu Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta tahun ini dalam memperingati Hari Jamu Nasional tahun 2026 yang mengangkat tema “Jamu Yogyakarta Istimewa – Jamu Indonésia Mendunia menggelar Gerakan Minum Jamu Serentak” yang diikuti beberapa daerah di Indonesia secara langsung.

Kegiatan yang diikuti sivitas universitas, tenaga kesehatan, komunitas jamu, hingga masyarakat umum ini berlangsung meriah. Peserta yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengenakan pakaian adat tradisional sambil membawa jamu yang sebelumnya dibagikan pihak panitia.

(Ridar)

No More Posts Available.

No more pages to load.