Kuasa Hukum Pasien akan Somasi RSU Dadi Keluarga Purwokerto

oleh -
Djoko Susanto,S.H
Djoko Santoso, S.H

NASIONALNEWS.ID,BANYUMAS- Lima bulan abaikan hak pasien, RSU Dadi Keluarga disomasi oleh Djoko Santoso, S.H ketua Peradi SAI perwakilan Banyumas selaku penasihat hukum DIL, seperti yang telah diberitakan oleh NASIONALNEWS.ID dengan judul link, https://www.nasionalnews.id/ragam/diduga-malpraktek-pasien-umum-di-kabupaten-banyumas-serahkan-kuasanya-kepada-advokat/ ,lantaran mengabaikan permohonan isi rekam medis, yang mana menjadi hak pasien telah diatur dalam Permenkes No. 269 tahun2008 ,Pasal 12 ayat (4) berbunyi; ringkasan isi medis sebagaimana dimaksud pada pasal (3) dapat diberikan,dicatat atau dicopy oleh pasien atau oleh orang yang diberi kuasa atau persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien yang berhak untuk itu.

 

Djoko Santoso,S.H mengatakan,mengabaikan surat permohonan isi rekam telah menunujukan buruknya managemen pengelolaan RSU Dadi Keluarga Purwokerto karena telah terjadi kelalaian seorang Dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut, peristiwanya jelas sudah diceritakan kepada kami apa yang pasien alami .

 

“Si pasien ditangani persalinanya oleh dua dokter bergantian dr. Daliman Sp.OG dan dr. Sjafril sanusi Sp.OG di bantu perawat kemudian kurang lebihnya 35 hari kemudian si pasien ini merasakan sakit didalam miss V-nya serta dibawa duduk juga sakit, ditambah bau tidak sedap yang menyengat sehingga priksa lagi di RSU Dadi keluarga Purwokerto ini,” crita pasien kepada Djoko Santoso

Dr. Sjafril Sanusi Sp.OG, dokter yang memeriksa DIL menemukan adanya beberapa lipatan kain kasa didalam miss V yang menjadi sumber masalah kesehatan bagi pasien.

“Dan si DIL ini menceritakan, kalau dirinya dipriksa oleh dr Sjafril Sanusi Sp.OG dan betul ditemukan lipatan kain kasa telah diambil dari miss V yang menjadi penyebabnya, dan itu disampaikan secara lisan oleh dr Sjafril kepada DIL,yang selanjutnya DIL menhubungi saudaranya,” terang Djoko Santoso

Djoko Santoso juga menyampaikan, pasien bercerita telah diperlihatkan kepada pasien dan saudaranya berupa foto kain kasa menggunakan Hp android milik perawat, kain kasanya sudah berwarna putih gelap serta terlihat seperti berlendir.

“Jika demikian apa bukan merupakan bentuk keteledoran dalam bekerja sebagai profesi dokter dalam melakukan tugasnya, yang akhirnya menimbulkan kerugian akan kesehatan juga trauma bagi pasien sebagai komsumen,atas dasar peristiwa itulah pasien menuntut ganti rugi,” tegas Djoko Santoso

“Pengaturan mengenai rekam medis telah jelas dalam Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (“UU Praktik Kedokteran”) yang mengatakan bahwa setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam medis sedangkan Arti rekam medis itu sendiri menurut penjelasan Pasal 46 ayat (1) UU Praktik Kedokteran adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien,” terang Djoko Santoso

Masih berkaitan dengan hak pasien , sebagai konsumen juga dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Jika pihak rumah sakit dadi keluarga menolak memberikan ringkasan medis kepada kami sebagai penerima kuasa yang berhak, untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. maka kami penerima kuasa pasien akan menempuh langkah-langkah hukum yang telah diatur dalam UU Rumah Sakit, yaitu menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit baik secara perdata ataupun pidana sesuai (Pasal 32 huruf q),”

“Selain itu, kami juga menanyakan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas sejauh mana selama ini mereka melakukan pengawasan terhadap rumah sakit yang ada dibawah kewenanganya, sedangkan surat permohonan kami ada tembusan juga ke pihak mereka,” tutup Djoko santoso (IMAM S)

No More Posts Available.

No more pages to load.