NASIONALNEWS.id-KOTA TANGERANG- DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Mengelar Musyawarah Nasional (Munas ) dan rapat kerja yang dibuka oleh menteri tenaga kerja Yasierli, di Hotel Nelayan Convention Kota Tangerang Rabu ,(13/11/2025).
Ketua PP SFP KEP KSPSI ,Dedi sudrajat menjelaskan , bahwa Munas KSPSI merupakan agenda rutin lima tahunan
” Ya ini adalah event lima tahunan. Ini sesuai dengan ADRT kita bahwa setiap lima tahun kita harus melaksanakan musyawarah nasional. Nah musyawarah nasional ini tujuan adalah yang pertama yang tentu pastinya adalah memilih pengurus baru.” Kata Dedi menjelaskan
Masih kata Dedi , selain pemilihan pengurus dan rapat kerja ,KSPSI juga akan melakukan evaluasi kegiatan KSPSI sebelumnya. Sebagai tolak ukur pelaksanaan kegiatan selanjutnya
“Terus kita juga nanti akan buat program untuk lima tahun ke depan. Selain nanti kita akan review apa sih pencapaian kita lima tahun terakhir dan apa yang belum tercapai pada saat kemarin kita membuat program lima tahun ke belakang,”
Kehadiran Menteri tenaga kerja, Yasierli membuka rapat kerja KSPSI diapresiasi dedi, lantaran disela-sela kesibukan Menaker masih mau menyempatkan hadir
” kami tentu sangat berbahagia dan bangga sekali Pak Menaker di tengah kesibukan Beliau karena hari ini juga jadwal Beliau itu kan terbang ke Bali.Artinya kan bahwa terlihat sekali bahwa memang pemerintahan sekarang ini memang pro terhadap buruh” Ungkapnya.
Dedi juga menyampaikan pesan Menaker, yang meminta agar KSPSI terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam hal produktivitas dan K3 bagi buruh .
” Ya intinya sih tadi Pak Menteri hanya menyampaikan bahwa dengan pengurus baru nantikan bagaimana kita berkolaborasi dengan baik.Karena kan banyak program pak mantri, terutama masalah produktivitas. Karena produktivitas itu kan sekarang lagi digalakan tuh, produktivitas dan K3″
Dedi mengakui masih lemahnya penerapan K3 dalam lingkungan kerja sehingga perlu perhatian serius dalam menyikapinya
” Karena kita tahu kan yang paling penting sekarang ini K3. Kan dulu itu kita sangat, bukan abai ya, tapi sangat lemah lah terhadap K3. Sehingga memang ini penting kan, ketiga itu kan urusannya itu nyawa manusia kan.” Pungkasnya
(yuyu)






