Padepokan Retno Arum Nimas Khantil Gelar Adat Syuran 1 Muharram di Pantai Widara Payung Cilacap

oleh -
timephoto 20240707 202929

NASIONALNEWS.ID,CILACAP-Siti Maryam adalah sosok Ibu pelaku praktisi supranatural yang lebih dikenal dengan sapaan Mbah Kanthil dimana dirinya memliki padepokan Retno Arum yang beralamatkan di Desa Jepara Wetan Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya sosok ibu yang dijuluki Mbah Kanthil setiap malam tahun baru Islam 1 Muharram istilah adat Jawa 1 Sura dirinya beserta pengikutnya selalu menggelar acara larungan dengan melarung sesaji atau sesembahan berupa bungkusan didalam wadah baskom yang diisi dengan kelapa muda, pisang, nasi, bungkusuan  seperti minam teh, lipatan kain putih.

Sebelum sesaji dilempar ke ombak pantai Widara payung pengikut Mbah Khantil membakar stupa dengan diiringi do’a-do’a layaknya sebuah permintaan di lokawisata pantai widara payung yang berada di Pantai selatan Cilacap Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut hadir juga Pj Bupati Cilacap Awaluddin Muuri, Forkopincam Camat Binangun Agus Wantoso, Polsek setempat diwakili Babinkhantibmas dan Koramil diwakili oleh Bhabinsa,dan para  Seniman setempat.

incollage 20240709 125614978

“Kami dari padepokan Retno Arum melakukan larungan atau sesembahan sebagai rutinitas setiap tahun yang dilaksanakan pada tanggalan Jawa yaitu 1 Sura, atau setiap malam 1 Muharram H yang merupakan Tahun baru umat Islam, tak lain tujuanya adalah memohon kepada yang kuasa sebagaimana kita manusia yang meminta keselamatan, kemudahan dalam menjalani kehidupan,” ujar Mbah Kanthil

“Hari ini kita kedatangan tamu dari berbagai kalangan dan dari berbagai kota baik Jawa maupun luar Jawa, beberapa dari mereka ada yang hendak mencalonkan Gubernur, Bupati untuk pilkada tahun ini sama mereka semua memohon do’a untuk tujuanya masing-masing,” ujar sesepuh diacara prosesi larungan

Ratusan Masyarakat setempat sangat antusias mengikuti acara prosesi larungan yang diadakan oleh Padepokan Retno Arum di pantai widara payung 7/7-2024, sejak sore hari masyarakat menanti-nanti prsosesi tersebut ada diantara mereka yang menginginkan atau berebut sesaji yang telah dilempar oleh pengikut Mbah Kanthil.

 

“Saya bersama suami disini ya menonton ya mengambil kembali sesaji dari yang mereka lempar siapa tahu ada benda berharga yang bisa kita ambil, daripada dibuang begitu saja mas,” ucap salah satu warga pengunjung

Sukimin (58) warga Jepara mengatakan, di Pantai Widara Payung ini sudah biasa mengadakan larungan mereka yang melakukan ya para pelaku supranatural kalau malam ini mbah Kanthil yang malakukan, besok hari Kamis, 11/7/2024 kan malam Jum’at kliwon nanti masih di bulan Syura juga pasti ada lagi larungan dari pelaku praktisi supranatural juga ya hal ini bagian dari adat yang ditinggalkan nenek moyang kami. Pengikut Mbah Kanthil dari berbagai kota

“Sepanjang pantai ini selalu ada larungan mas ada juga mereka dari petani nelayan ya mengungkap Syukur dengan cara larungan karena mereka mengais rejekinya dari sumber pantai selatan yaitu ikan laut,” ujar Sukimin

 

>>> IMAM S

No More Posts Available.

No more pages to load.