Pihak Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum

oleh -
img 20260808 wa0018

NASIONALNEWS.id, JAKARTA – Kuasa hukum Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu (YPKLS), Dr. Casnika, S.H., M.H., meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait polemik perubahan akta yayasan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Casnika mengatakan, pihaknya menyesalkan adanya aksi demonstrasi yang melibatkan para siswa. Menurutnya, terdapat dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan para pelajar dalam aksi tersebut. Namun demikian, dugaan itu masih dalam tahap pendalaman.

“Terkait aksi demonstrasi yang melibatkan para siswa, kami sedang melakukan penyelidikan. Ada dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang menggunakan para siswa agar situasi terlihat gaduh,” ujar Casnika.

img 20260808 wa0019

Ia mengimbau agar persoalan hukum yang sedang berlangsung tidak menyeret para siswa. Menurutnya, peserta didik tidak memiliki kaitan langsung dengan sengketa yang terjadi dan seharusnya tetap dapat menjalani kegiatan belajar mengajar dengan tenang.

“Kasihan anak-anak sekolah dilibatkan, karena mereka tidak tahu-menahu mengenai persoalan ini. Jangan sampai proses belajar mereka terganggu,” katanya.

Sementara itu, Teddy Moch Mukti, yang merupakan menantu almarhumah Yono, mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap menerima apa pun putusan yang nantinya berkekuatan hukum.

“Apabila nantinya kami dinyatakan kalah dalam proses hukum, kami siap meninggalkan sekolah. Sebaliknya, kami juga berharap semua pihak menghormati putusan hukum yang berlaku,” ujar Teddy.

Menurut Teddy, polemik yang terjadi telah menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa maupun peserta didik. Karena itu, ia berharap sengketa tersebut dapat segera memperoleh kepastian hukum sehingga kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah dapat kembali berjalan kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum terkait sengketa perubahan akta Yayasan Perguruan Ksatrya Lima Satu masih berlangsung. Redaksi juga membuka ruang bagi pihak lain yang terkait dalam perkara ini untuk memberikan tanggapan sebagai bentuk keberimbangan pemberitaan

No More Posts Available.

No more pages to load.