SANFFEST 2026 Ajak Santri Hidupkan Nilai-Nilai Al-Qur’an Lewat Layar Film

oleh -
img 20260922 wa0040
Foto: Neno Warisman, Niniek L Karim, Putra Gara, Syakir Daulay, Mario Irwinsyah,Gus Ahmad, Fadhli Sapawie dan Master of Ceremony foto bersama di acara Preskon SANFFEST 2026 di Ulik Coffee, Pesanggrahan, Jaksel

Nasionalnews.id, ​Jakarta — SANTRI Film Festival (SANFFEST) 2026 resmi meluncurkan penyelenggaraan untuk tahun keduanya melalui Taklimat Media di gerai kopi Ulik, Petukangan Selatan, Jaksel, Senin (21/9) siang.

Mengusung tema “The Verses in Motion”, SANFFEST 2026 kembali mengajak para santri di seluruh Indonesia ikut diajang ini untuk tidak sekadar memindahkan teks agama ke layar lebar, melainkan menghidupkan dan menerjemahkan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam karya sinema yang kontekstual serta relevan dengan kehidupan masa kini.

Kali ini, festival yang menjadi jembatan antara tradisi pesantren dan ekosistem perfilman nasional ini menyiapkan total hadiah sebesar Rp.415 juta sebagai pendorong semangat kreativitas bagi para peserta.

img 20260922 wa0041
Penggagas sekaligus Ketua Komite SANFFEST 2026 saat memberikan keterangan pers Senin (21/9) siang

Hadir Neno Warisman selaku ​penggagas sekaligus Ketua Komite SANFFEST 2026, Fadhli Sapawie (Program Director SANFFEST 2026), Gus Ahmad (Director Sanffest 2026), Putra Gara (Budayawan), Syakir Daulay (Aktor) serta Mario Irwinsyah sebagai pegiat perfilman muda tanah air sebagai narasumber

Menurut Neno, tema “The Verses in Motion”yang diangkat kali ini diharapkan mampu membawa misi penting agar santri dapat peka membaca dinamika sosial disekitarnya.

“Jadi bukan memindahkan kisah-kisah dalam Al-Qur’an ke dalam film,” tegas Neno semangat di hadapan awak media.

Menurut perempuan mantan penyanyi, politikus dan artis ini, terdapat dua pendekatan yang dapat dilakukan. Pertama, membaca persoalan sosial dan lingkungan yang ada di sekitar dengan perspektif Al-Qur’an. Kedua, mengambil nilai dan hikmah dari kisah-kisah Al-Qur’an, kemudian menghubungkannya dengan persoalan kehidupan masa kini.

Dus, pada titik itu SANFFEST tidak hanya berbicara tentang bagaimana santri membuat film saja, namun Festival ini juga berbicara tentang bagaimana santri dapat membaca kehidupan dan menerjemahkan hasil pembacaannya menjadi cerita yang dapat disaksikan publik.

Di SANFFEST 2026, Neno berharap setiap peserta ​bisa mengambil hikmah dan nilai dari kisah Al-Qur’an, lalu menghubungkannya dengan realitas kehidupan modern.

Santri Diajak dan Ditantang Berfikir.

Sementara itu, ​untuk memastikan ruang berkarya yang luas dan setara, Director SANFFEST 2026, Gus Ahmad mengumumkan bahwa, tahun ini kompetisi terbagi ke dalam tiga kategori utama dengan total 15 nominasi, masing-masing terdiri dari
​Kategori Santri Pelajar (9 Nominasi) yang menghargai aspek teknis dan keaktoran, mulai dari Film Cerita Terbaik, Penyutradaraan Terbaik, Skenario Terbaik, Sinematografi Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Penata Suara Terbaik, hingga Pemeran putera dan puteri terbaik.

​Kategori Santri Umum (3 Nominasi): Meliputi Film Cerita Terbaik Umum, Penyutradaraan Terbaik Umum, dan Skenario Terbaik Umum.
​Kategori Inklusi (2 Nominasi): Terdiri dari Film Inklusi Disabilitas Terbaik dan Film Inklusi Daerah 3T Terbaik (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
​Selain itu, panitia juga menyediakan Penghargaan Khusus 20 Poster Terbaik yang terbuka bagi seluruh kategori.
​Kolaborasi dengan Praktisi Perfilman Nasional

“Sanffest berupaya mendorong 3 hal, pertama SANFFEST ingin menjadi satu wadah pendorong penguatan ekosistem kreatifitas santri, karena santri punya kemampuan sinematis kejujuran dalam menerjemahkan dan melaksanakan ayat-ayat yang ada

​Penyelenggaraan SANFFEST 2026 ini juga turut diperkuat oleh keterlibatan Naniek L Karim yang bertindak sebagai juri, kurator, dan insan kreatif papan atas Indonesia maupun pemateri seperti aktor Tio Pakusadewo

Pada kesempatan tersebut Niniek yang juga seorang psikolog menekankan bahwa,proses penilaian tidak hanya berfokus pada pesan yang dibawakan, melainkan pada kekuatan struktur cerita dan estetika sinematografi.

img 20260922 wa0043
Aktor muda Syakir Daulay bersama Neno Warisman (ketua) dan Niniek (juri) SANFFEST 2026 saat menjadi narasumber di Prescon acara tersebut, Senin . (21/9) siang. (foto: Ist)

Sementara untuk mengisi materinya, aktor muda Syakir Daulay yang juga hadir bersama Mario Irwinsya menilai latar belakang kehidupan di pesantren justru menjadi modal emosional yang sangat kaya bagi santri untuk menceritakan realitas secara autentik. Sebab dari pengalamannya menjadi santri -Syakir dulu santri sebelum terkenal seperti sekarang-, Syakir bisa berlanjut meneruskan cita-citanya menjadi seorang aktor.

Syakir bercerita kalau sebelum terjun difilm, dirinya pernah bercita-cita membuat film. Beruntung nasib baik, Ia bertemu aktor Deddy Mizwar yang sedang mencari pemain untuk judul sinetron Para Pencar Tuhan (PPT).

Dengan adanya SANFFEST 2026 ini Syakir berharap para santri yang ikut aktifitas film di atas akan ada yang seperti dirinya bermain film.

“Semoga dengan adanya kegiatan SANFFEST ini santri bisa go Internasional untuk negeri” tambah Syakir

SANFFEST 2026 Makin Diminati

“Sanffest berupaya mendorong beberapa hal, pertama SANFFEST ingin menjadi satu wadah pendorong penguatan ekosistem kreatifitas santri. Karena santri punya kemampuan sinematis kejujuran dalam menerjemahkan dan melaksanakan ayat-ayat yang ada” ucap Gus.

“Kedua, ada 42 ribu pesantren yang tersebar diseluruh Indonesia, artinya, tentu jumlah besar itu akan membuka lebih banyak film yang didaftarkan” imbuhnya lagi.

Dari data 2025, SANFFEST dikuti sebanyak 125 karya dengan 12 kategori nominasi terbaik. Sementara 2026 ini ada 250 karya yang diterima panitia sejak ajang ini dibuka pada 10 September 2026 dan memastikan terdapat penambahan jumlah sebanyak 15 kategori.

“Jadi tahun 2026 ini SANFFEST memberi kesempatan dan kebermanfaatan inklusif kepada semua pihak” Papar Fadhli Sapawie yang di gelaran ajang ini menjabat sebagai Program Director.

oplus 131072
Fadhli Sapawie (Program Director SANFFEST 2026.yang selalu menolak dan menentang jika ada pihak yang menyebut kalau film Indonesia bergenre agama tak banyak diminati penonton (foto: Ist)

Soal ada ketidakmampuan anak santri untuk ikut SANFFEST 2026 lantaran tak memiliki skil dibidang perfilm-an, menurut Fadli untuk santri pemula jangan khawatir. Karena pihak panitia juga memberikan solusi bagi santri yang ingin bisa mengikuti festival ini dengan membuka kelas work shop untuk mendalami ilmunya..

“Kita juga bukan hanya dorong santri untuk ikutan tapi, kita juga membuat pendampingan berupa workshop perfilman. Insya Allah tahun ini sanfest sudah go internasional” ungkap Fadhli optimis

Saat ini pendaftaran masih dibuka hingga 1 November 2026 mendatang.

Sebelum menutup acara, Neno menyebut ada 3 hal yang harus dipatuhi dan dilarang oleh semua peserta. Pertama,hasil karya yang dikirim tidak mengandung unsur kekerasan, kedua, idiologis terlarang, ketiga dilarang ada simbol penyimpangan sosial atau kepribadian ganda

“Harapannya supaya secara teknis karya-karya yang ada bisa seperti standar internasional” ujar perempuan yang menginginkan SANFFEST 2026 bisa menjadi oase / keran air kehidupan dan sumber inspirasi.”

Nah, bagi santri atau pesantren yang akan ikutan acara ini bisa melakukan ​pendaftaran dan mendapatkan informasi lengkap seputar kompetisi melalui media sosial resmi Instagram @sanffest.id atau situs resmi sanffest.com

Selamat mengikuti..
———————— Abie Mujib

No More Posts Available.

No more pages to load.