NASIONALNEWS.id KUALA LUMPUR – Tokoh masyarakat pariwisata DIY, Tazbir Abdullah SH MHum yang juga Ketua Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY menyatakan kekagumannya atas terselenggaranya Jember Fashion Carnaval (JFC) tahun 2025 yang berlangsung di Kota Jember dari tanggal 8 sampai tanggal 10 Agustus 2025. Dan memberi ucapan selamat dan sukses atas keberhasilan pihak panitia dan semua unsur yang memberikan dukungan.
“Saya menyatakan salut dan kagum dengan terselenggaranya acara itu sebagai pemerhati pariwisata saya selalu menyimaknya” kata Tazbir Abdullah Dosen Vokasi Pariwisata Universitas Gajahmada (UGM) yang dihubungi NasionalNews.id hari Minggu (10/8/2025) sore, dari Kuala Lumpur Malaysia.
Mantan pejabat yang pernah bekerja di Departemen Pariwisata RI itu saat ini sedang berada di Kuala Lumpur mewakili Pemda DIY menghadiri acara menerima Penghargaan bertaraf internasional atas keberhasilan dan kesuksesan Gedung JEC (Jogja Ekspor Centre) yang dinilai sukses yang digunakan dalam acara MICE bertaraf Nasional dan Internasional.”Tentang penghargaan yang diberikan untuk bangunan mice milik pemerintah daerah Yogyakarta nanti akan kami sampaikan pada insan press di Jogjakarta” katanya menutup pembicaraan singkat.

Ketua Umum Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI), David K. Susilo menjelaskan bahwa penampilan masyarakat adat nusantara ini menjadi yang pertama kalinya di pagelaran JFC. Langkah ini bertujuan untuk memberikan panggung bagi komunitas adat yang selamanya melestarikan budaya asli Indonesia. Menurutnya, tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas melalui karnaval. “Masyarakat Nusantara ini adalah sebuah komunitas yang memang secara unik mereka melestarikan budaya yang sangat mirip,” ungkap David.
Menurutnya, pagelaran JFC 2025 ini mengusung konsep baru dengan memadukan dua komunitas yang berbeda dalam satu kesatuan parade. Komunitas pertama adalah pelaku adat yang menjaga tradisi leluhur, sementara komunitas kedua adalah pelaku karnaval dengan pendekatan kontemporer modern.
Melalui platform karnaval, AKRI berharap dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat adat untuk menampilkan kearifan lokal mereka, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada generasi muda dan masyarakat umum.
Program ini diharapkan dapat menjadi model berkelanjutan dalam upaya pelestarian budaya Indonesia, dengan menggabungkan keaslian tradisi dan inovasi dalam penyajian. (Ridar).











