MTXL dan IZI Bangun Jembatan Penghubung Dua Desa di Lebak Banten

oleh -
Jembatan Talagahiang XL

NASIONALNEWS.ID, LEBAK – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), lembaga penghimpun dan pengelola zakat resmi nasional menjalin kerjasama dengan Majelis Taklim XL Axiata (MTXL) membangun jembatan Talagahiang XL di Kecamatan Cipanas, Lebak, Banten.

Kerjasama pembangunan jembatan yang menghubungkan antara dua desa merupakan program bantuan bagi warga Lebak yang terkena bencana banjir bandang pada Januari lalu dan merupakan salah satu bencana terparah di awal tahun 2020.

Salah satu dampak yang dihasilkan bencana tersebut adalah hancurnya jembatan penghubung antar Desa Talagahiang dan Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten.

Melihat hal tersebut IZI dan MTXL bekerjasama untuk membantu pemerintah daerah Lebak-Banten membangun jembatan yang putus tersebut agar warga setempat bisa kembali melakukan aktifitas, terutama pengguna roda empat dan usahawan kecil-menengah.

“Semoga kerjasama pembangunan infrastruktur penghubung ini terus berkelanjutan, sehingga menghidupkan kembali urat nadi perekonomian warga sekitar yang dahulu sempat berjalan,” Ungkap Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Banten H. Maman Suparman.

Jembatan Talagahiang Lebak Banten

Ia menyebut, dan pembangunan Jembatan Talagahiang XL berasal dari dana wakaf yang dihimpun melalui para karyawan, manajemen, dan pelanggan setia XL Axiata yang dtujukan bagi kemaslahatan warga yang membutuhkan, seperti halnya penanganan pascabencana.

Sementara, Amir Majelis Taklim XL Axiata, Nashrul Hendarsyah, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jembatan hendaknya dilakukan pada Februari kemarin. Namun isu coronavirus yang mulai mewabah di seluruh dunia menjadi tertunda.

“Kami memang berencana membangunnya di Februari lalu. Akibat isu Covid-19 kami menundanya. Hari ini membahagiakan saya, karena saya memiliki kesempatan berkontribusi membangun infrastruktur penghubung di kampung sendiri,” jelas Nashrul kepada hadirin saat peletakan batu pertama Pembangunan Jembatan Talagahiang XL.

Diketahui, sebelum banjir bandang pada Januari yang lalu menerjang, Jembatan di Kecamatan Cipanas ini mampu merangsang tumbuhnya aktivitas ekonomi warga sekitar. Karena kehadiran jembatan tersebut melahirkan bisnis agrowisata berupa rumah makan dan pemancingan yang berdiri di kisaran jembatan serta pinggir sungai serta keramba bagi warga untuk beternak ikan.

Pascabencana, warga kecamatan Cipanas, Lebak-Banten membangun jembatan darurat menggunakan material bambu dan kayu serta hanya dapat dilewati para pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Untuk itu, IZI dan MTXL berupaya memudahkan aktivitas warga terdampak banjir bandang Lebak-Banten dengan meningkatkan spesifikasi bangunan jembatan penghubung tersebut agar lebih kokoh dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Rencananya kami dan XL meninggikan fondasi Jembatan Talagahiang XL ini satu meter dari fondasinya yang semula, agar makin kokoh dan aman, insyaallah,” ungkap Mohammad Yunus yang mewakili manajemen IZI.

Menurut Kepala Divisi Bencana dan Kampung Zakat itu lagi, kerjasama dengan MTXL dilatarbelakangi atas komitmen lembaga zakat tempatnya mengabdi untuk terus memudahkan warga terdampak bencana, khususnya di Kecamatan Cipanas, Lebak-Banten. Karenanya, program yang dibangun tetap mengusung prinsip ‘Gotong Royong dengan Berzakat’.

“Pembangunan jembatan ini telah direncanakan serta dikomunikasikan dengan Pemerintah dari kedua desa dan pihak Kecamatan Cipanas. Perihal ini kemudian telah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Lebak, juga Ketua BPBD Lebak yang diteruskan kepada Bupati Lebak-Banten,” ungkapnya.

Jembatan Talagahiang XL ditargetkan selesai pada bulan Desember 2020 nanti. “Pembangunan yang rencananya menghabiskan lebih dari setengah milyar rupiah ini diharapkan dapat menyambung akses warga sekitar di dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tukasnya. (Iwan)