Intelektual Seniman dan Budayawan Kunci Kekayaan Budaya Yogyakarta: Apresiasi Warisan Budaya 2025 Digelar

oleh -
img 20251209 wa0004

NASIONALNEWS.id,YOGYAKARTA-Kekayaan budaya Yogyakarta tidak bertumpu pada sumber daya alam, melainkan pada kekuatan intelektual seniman dan budayawannya. Penegasan ini disampaikan oleh Hasto Wardoyo, Walikota Yogyakarta, dalam acara malam puncak Apresiasi Pelestarian Warisan Budaya 2025 dan Penghargaan Seniman dan Budayawan 2025 Kota Yogyakarta, Senin malam (8/12/2025). Acara prestisius ini diselenggarakan di Auditorium Graha Budaya, Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta.

 

Menurut Hasto Wardoyo, seniman Yogyakarta dikenal tidak hanya karena karya estetikanya, tetapi juga pemikiran kritis, perenungan mendalam, dan keberanian membawa isu sosial-budaya melalui seni. Demikian pula para budayawan, mereka berperan penting dalam melestarikan warisan budaya melalui pemikiran dan intelektualitasnya, bukan sekadar renovasi fisik bangunan. Hasto juga menyoroti peran seniman dalam melestarikan aksara Jawa, yang dianggapnya lebih dari sekadar alat komunikasi.

 

Pada tahun ini, apresiasi pelestarian bangunan difokuskan pada cagar budaya yang memiliki fungsi publik. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa pemanfaatan langsung oleh masyarakat akan efektif menumbuhkan kesadaran pelestarian. Lima bangunan bersejarah yang menerima apresiasi tersebut adalah Benteng Kraton Mataram Kotagede, Monumen Jumenengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Kotagede, Pancuran Donotirto Lanang di Jalan Jogonegaran, Menara Sirene (Gaok) di Jalan Hayam Wuruk, serta Pancuran Donotirto Wadon di Pringgokusuman. Penilaian terhadap cagar budaya ini dilakukan oleh tim ahli yang terdiri dari Erlangga Winoto (IAI DIY), Dr. Fahmi Prihantoro (IAAI), dan Ribut Raharjo (Tribun Jogja).

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada individu dan lembaga yang berdedikasi dalam pelestarian seni, bahasa, adat, dan warisan budaya lainnya. Berikut adalah daftar penerima penghargaan dalam berbagai kategori: Pelestari Seni: Among Beksa (Siswa) dan Kinanti Sekar Rahina (Pelaku Seni) Pelestari Bahasa, Sastra, Aksara: Majalah Djaka Lodang Pelaku Bahasa, Sastra, Aksara: Margareth Widhy Pratiwi Pelestari Adat dan Tradisi: Raden Mas Enggar Pikantoyo Pelaku Adat dan Tradisi: Joni Wijanarko Budayawan: Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito Kreator: Ishari Sahida Pelestari Warisan Budaya Benda/Tak Benda: Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum.Acara ini menegaskan komitmen Yogyakarta dalam menghargai peran penting seniman dan budayawan sebagai pilar utama pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah.

 

(RIDAR)

No More Posts Available.

No more pages to load.