NASIONALNEWS.ID, GUNUNGKIDUL – Desa Wisata Nglanggeran terus berinovasi untuk mempertahankan predikat sebagai salah satu desa wisata terbaik dunia. Kali ini, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran mengandalkan konsep glamping (glamorous camping) sebagai strategi baru untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran, Simursidi, mengatakan pihaknya terus menyesuaikan fasilitas dengan kebutuhan dan tren wisata yang berkembang. Selain homestay, kini wisatawan juga dapat menikmati pengalaman menginap dengan konsep camping modern.
“Kalau kita fleksibel saja menyesuaikan dengan kebutuhan dan minat wisatawan. Kami juga punya glamping untuk menyasar target pasar selain homestay,” ujar Simursidi, Senin (13/7), di sela Festival Cokelat yang digelar di Desa Wisata Nglanggeran, Kapanewon Patuk.
Pokdarwis Nglanggeran selama ini menjadi motor penggerak ekowisata berbasis masyarakat di Gunungkidul. Organisasi yang beranggotakan 154 warga tersebut mengelola destinasi unggulan seperti Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran, sekaligus membina sekitar 80 homestay milik masyarakat.

Menurut Simursidi, keberhasilan Desa Wisata Nglanggeran tidak lepas dari konsep Community Based Tourism yang melibatkan masyarakat, karang taruna, hingga pemerintah desa dalam pengelolaan pariwisata dan pengembangan produk lokal, termasuk cokelat.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menggelar Geopark Night Specta (GNS) VIII yang disinergikan dengan Festival Cokelat IV di kawasan Embung Nglanggeran. Kegiatan tersebut menjadi ajang promosi kolaborasi sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Pembukaan festival dilakukan oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, yang mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya menjaga dan mengelola kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark sebagai warisan dunia yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pada kesempatan itu juga diluncurkan inovasi Kopi Darling (Kopi Roda Dua Keliling). Sebanyak 20 unit armada disiapkan Dinas Pertanian DIY untuk memperluas pemasaran kopi lokal, yang secara simbolis diserahkan kepada perwakilan kelompok tani dari Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman. (Ridar)











