NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman memperkuat upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan menggandeng Global Islamic School (GIS) 3 Yogyakarta.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dirangkaikan dengan sosialisasi P4GN kepada 111 guru, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di GIS 3 Yogyakarta itu dihadiri Kepala BNNK Sleman Kombes Pol Teguh Tri Prasetya, S.I.K., M.H., Direktur GIS 3 Yogyakarta Aini Husna, M.Pd., jajaran BNNK Sleman, serta seluruh tenaga pendidik di sekolah tersebut.
Kepala BNNK Sleman, Kombes Pol Teguh Tri Prasetya, mengatakan penandatanganan kerja sama menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara BNNK Sleman dan GIS 3 Yogyakarta untuk membangun lingkungan pendidikan yang tangguh terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen mengembangkan berbagai program edukasi, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada perlindungan anak dan remaja dari bahaya narkotika,” ujarnya.
Menurut Teguh, keberhasilan program P4GN tidak dapat hanya mengandalkan aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama dunia pendidikan.
Ia menegaskan sekolah merupakan benteng utama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Peran guru dinilai sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai P4GN dan Gerakan ANANDA BERSINAR sejak dini sehingga lahir generasi berkarakter kuat, berprestasi, dan berani menolak penyalahgunaan narkotika.
“Melalui para guru, pesan-pesan P4GN dan Gerakan ANANDA BERSINAR dapat ditanamkan sejak dini. Ini merupakan investasi terbaik untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.
Selain penandatanganan PKS, BNNK Sleman juga memberikan sosialisasi P4GN kepada seluruh peserta. Materi yang disampaikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkoba, tren peredaran gelap narkotika, faktor risiko pada remaja, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Dalam pemaparannya, narasumber BNNK Sleman menekankan guru bukan hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga pembimbing, pengawas, dan teladan yang mampu mengenali gejala awal penyalahgunaan narkoba serta memberikan pendampingan kepada peserta didik melalui pendekatan edukatif dan humanis.
Direktur GIS 3 Yogyakarta, Aini Husna, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi dengan BNNK Sleman mampu menjadikan upaya pencegahan narkoba sebagai gerakan bersama yang terintegrasi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, para guru diharapkan menjadi agen perubahan sekaligus penggerak Gerakan ANANDA BERSINAR sehingga tercipta sekolah yang Bersih Narkoba (BERSINAR) dan lahir generasi yang sehat, cerdas, tangguh, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi tema Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, yakni “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR Menuju Indonesia Emas 2045.”
Melalui kolaborasi tersebut, BNNK Sleman berharap terwujud sinergi berkelanjutan untuk mendukung program Sleman Sembada Bersinar Bersih Narkoba. (Jat)





