NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Di balik riuh sorak penonton dan kerasnya benturan dalam arena karate, ada kisah tentang disiplin, pengorbanan, serta mimpi yang dipupuk sejak usia dini. Kisah itu datang dari Padukuhan Joho, Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman.
Dua anak muda dari lingkungan yang sama berhasil mengibarkan kebanggaan daerah pada ajang Festival Olahraga Daerah (FORDA) II Daerah Istimewa Yogyakarta 2026. Mereka adalah Karaissa Celena Candidia Aznii dan Arjuna Tristan Nirwasita, atlet binaan Dojo Cakra di bawah naungan Dai Kyokushin Karate Indonesia (DKKI).
Bertanding di Aula SMKN 5 Yogyakarta pada Minggu (5/7/2026), Celena tampil tenang sekaligus agresif. Setiap serangan yang dilepaskannya terukur, sementara pertahanannya sulit ditembus lawan. Hasilnya, ia keluar sebagai Juara 1 Turnamen Kumite Putri kelas berat badan -48 kilogram.
Di arena yang sama, Tristan memperlihatkan semangat juang tanpa mengenal lelah. Kecepatan gerak, keberanian mengambil keputusan, dan kedisiplinannya selama bertanding mengantarkannya menjadi Juara 1 Festival Kumite Putra kelas berat badan -35 kilogram.
Dua medali emas itu bukan sekadar kemenangan dalam sebuah kejuaraan. Di baliknya tersimpan ribuan jam latihan, keringat yang jatuh di dojo, serta tekad untuk terus menjadi lebih baik setiap hari.
Bagi keluarga, kemenangan tersebut menjadi buah dari perjalanan panjang yang penuh kesabaran.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Terima kasih kepada Sensei, Dojo Cakra, keluarga, dan semua pihak yang telah memberikan doa serta dukungan. Semoga Celena terus berkembang, rendah hati, dan mampu meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar ibu Celena, Vebriani Eka Lestari.
Hal senada disampaikan orang tua Tristan, Partin. Menurutnya, keberhasilan sang putra lahir dari kebiasaan menjaga disiplin dan tidak pernah berhenti belajar.
“Kami bersyukur atas hasil yang diraih Tristan. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berlatih, menjaga disiplin, dan tidak cepat berpuas diri. Terima kasih kepada para pelatih dan semua yang telah mendampingi prosesnya,” katanya.
Bagi para pelatih, medali emas hanyalah akhir dari satu tahapan proses. Yang jauh lebih penting adalah karakter yang tumbuh selama menjalani latihan.
Sensei Edi Waluyo dan Sonny Yulianto menilai Celena dan Tristan telah menunjukkan nilai-nilai utama seorang karateka, yakni disiplin, tangguh, pantang menyerah, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Prestasi ini bukan diraih secara instan. Celena dan Tristan telah menunjukkan karakter karateka sejati. Semoga keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi seluruh atlet Dojo Cakra untuk terus berprestasi di level yang lebih tinggi,” ujar keduanya.
Kebanggaan juga dirasakan masyarakat Padukuhan Joho. Dukuh Joho, Retna Ningsih, menyebut keberhasilan dua atlet muda tersebut menjadi bukti bahwa potensi besar dapat lahir dari lingkungan yang mampu memberikan dukungan positif.
“Atas nama Padukuhan Joho dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat kepada Celena dan Tristan atas prestasi yang luar biasa ini. Semoga keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda Joho untuk terus mengembangkan potensi, berprestasi, dan membawa nama baik Kalurahan Condongcatur serta Kabupaten Sleman di berbagai ajang,” tuturnya.
Di tengah derasnya arus gawai dan hiburan digital yang kerap menyita perhatian generasi muda, kisah Celena dan Tristan menghadirkan pesan berbeda. Prestasi tidak lahir dalam semalam. Ia tumbuh dari latihan yang berulang, disiplin yang dijaga, serta dukungan keluarga, pelatih, dan lingkungan.
FORDA DIY 2026 mungkin telah usai. Namun bagi dua karateka muda asal Joho itu, kemenangan ini bukanlah garis akhir. Justru menjadi langkah awal untuk menatap panggung yang lebih tinggi, membawa nama Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan Indonesia di masa mendatang. (Jat)







