NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman memperkuat pembinaan pemuda dan olahraga melalui sejumlah program unggulan sepanjang 2026.
Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan Indeks Pembangunan Olahraga (IPO).
Kepala Dispora Sleman, Heru Saptono, S.TP., MM., menyampaikan hal tersebut dalam Jumpa Pers Program Kerja Unggulan Dispora Sleman 2026 di Aula Pangripta Bappeda Sleman, Selasa (18/8/2026).
Heru mengatakan, Dispora Sleman tahun ini mengusung tema “Menggerakkan Potensi, Mengukir Prestasi, Mewujudkan Sleman Bugar, Kreatif, dan Mandiri.” Tema tersebut menjadi landasan dalam menyusun berbagai program kepemudaan dan olahraga.
“Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata kami dalam membangun SDM yang unggul di Kabupaten Sleman,” kata Heru.
Di bidang kepemudaan, Dispora menggelar Pemilihan Pemuda Pelopor dengan tagline “Muda, Berani Bergerak, Berdampak” bagi pemuda berusia 16-30 tahun.
Program tersebut mencakup lima bidang kepeloporan, yakni kewirausahaan, seni budaya, ekonomi digital, lingkungan, serta sosial kemasyarakatan.
Dispora juga menyiapkan program Juragan Muda pada September sebagai sarana inkubasi bisnis untuk mencetak wirausahawan muda sekaligus menjadi strategi menekan angka pengangguran terdidik. Program ini menyasar pemuda berusia 16-30 tahun yang telah memiliki rintisan usaha.
Sementara pada Oktober, Dispora menghadirkan FESTAPORA, wadah ekspresi musik dan seni positif bagi grup band pelajar SMA dan sederajat se-Kabupaten Sleman.
Program tersebut diharapkan dapat menyalurkan energi kreatif sekaligus menekan potensi aktivitas negatif di kalangan remaja.
Di bidang olahraga, strategi Dispora bertumpu pada tiga pilar, yakni pembibitan sejak dini, pembinaan prestasi, dan pembudayaan olahraga di masyarakat.
Salah satu programnya adalah pembinaan olahraga usia dini yang berlangsung Agustus hingga September.
Program pembinaan usia dini tersebut menyasar enam cabang olahraga, yakni bola voli, senam SKJ, taekwondo, catur, panahan, dan tenis meja.
Pembinaan dilakukan untuk mengenali potensi fisik, motorik, serta minat olahraga anak sejak usia dini secara terukur dan berbasis sport science.
Selanjutnya, pada Oktober Dispora akan memperkuat pembinaan melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).
Program ini diproyeksikan menyiapkan atlet-atlet muda agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional, khususnya untuk menghadapi POPDA DIY 2027.
PPLP Sleman akan membina 27 cabang olahraga, sesuai dengan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan pada POPDA DIY 2027.
Selain pembinaan atlet, Dispora juga mendorong budaya hidup sehat melalui fasilitasi dan penggerakan Kelompok Olahraga Masyarakat (KOM).
Program pembinaan dan pelatihan KOM diharapkan menjadikan aktivitas olahraga dan kebugaran sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Sleman.
Heru menegaskan, keberhasilan seluruh program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemuda, komunitas olahraga hingga media.
“Kami membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, peran media juga penting untuk mengedukasi, menginformasikan, sekaligus mengajak masyarakat terlibat dalam berbagai program kepemudaan dan olahraga.
Dispora Sleman berharap rangkaian program tersebut tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga melahirkan generasi muda yang mandiri, kreatif, produktif, serta masyarakat yang semakin sehat dan bugar. (Jat)











