NASIONALNEWS.ID, BANTUL – Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, merayakan hari jadinya yang ke-80 dengan meriah. Tak sekadar pesta, perayaan ini menjadi ajang warga untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengenalkan potensi budaya dan UMKM lokal.
Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan peringatan tersebut, mulai dari lomba memancing, bakti sosial, ziarah kubur, kenduri ageng, hingga pentas seni tradisional. Expo UMKM juga menjadi bagian dari perayaan yang berlangsung sejak akhir September hingga puncaknya pada Minggu (11/10/2026).
Lurah Mulyodadi, Ari Sapto Nugroho, SH, mengatakan peringatan hari jadi merupakan agenda tahunan yang selalu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
“Alhamdulillah, warga kami selalu kompak dan masih menjunjung tinggi kebersamaan,” ujar Ari saat ditemui, Minggu (12/10/2026).
Menurutnya, peringatan hari jadi bukan sekadar kegiatan seremonial. Momen ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bersilaturahmi sekaligus menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki Kalurahan Mulyodadi.
Potensi tersebut meliputi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kesenian tradisional, serta adat istiadat warisan para pendahulu yang hingga kini masih dijaga masyarakat.
Rangkaian perayaan Hari Jadi Mulyodadi ke-80 dimulai pada 27 September 2026 dengan lomba memancing. Kegiatan berlanjut pada 6–7 Oktober melalui bakti sosial.
Pada 9 Oktober, warga mengikuti ziarah kubur dan menyaksikan beragam pertunjukan seni. Sejumlah kelompok yang tampil antara lain TK PKK WR Pring, TK Pertiwi Tulasan, dan KT SKA Mulyodadi. Acara dilanjutkan dengan pentas ketoprak.
Kemeriahan berlanjut pada Sabtu (10/10/2026). Panggung hiburan menampilkan pentas PAUD Destan, TK LKMD Ngambah, serta Reog Mudo Prokoso dari Paker.
Warga juga mengikuti Kenduri Ageng yang digelar pukul 16.00 WIB. Setelah itu, acara diisi dengan pertunjukan tari, PAD Mejing, Festival Ketoprak, dan penampilan band Koes Plus dari Paker.
Beragam pertunjukan tersebut menjadi bukti bahwa kesenian dan tradisi lokal masih memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat Mulyodadi.
Puncak perayaan digelar pada Minggu (11/10/2026). Selain menjadi momentum peringatan bertambahnya usia kalurahan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.
Ari berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui perayaan hari jadi dapat terus dipertahankan. Menurutnya, kekompakan warga menjadi modal penting untuk menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi kalurahan.
Melalui pentas budaya dan Expo UMKM, masyarakat tidak hanya diajak mengenang perjalanan Mulyodadi selama 80 tahun, tetapi juga ikut menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Perayaan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kemajuan kalurahan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya persaudaraan warga, lestarinya budaya, dan berkembangnya usaha masyarakat. (Wgn)











