Pasar Kolombo Mulai Layani Belanja Online Gratis Ongkir

oleh -
pasar

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Masyarakat di sekitar Pasar Kolombo kini bisa belanja kebutuhan sehari-hari tanpa harus datang langsung ke pasar. Mulai Sabtu (12/9/2026), layanan belanja daring melalui pasarkolombo.id resmi diuji coba dengan fasilitas gratis ongkos kirim selama satu bulan.

Program bertajuk Pasar Rakyat Digital V2.0 ini dikembangkan Pasar Kolombo bersama Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSEKRA UGM).

Uji coba dan riset berlangsung hingga 12 Oktober 2026 dengan menjangkau sebagian wilayah Kapanewon Depok, Mlati, dan Ngaglik dalam radius sekitar 2,5 kilometer dari Pasar Kolombo, Condongcatur, Sleman.

Lewat pasarkolombo.id, masyarakat dapat melihat berbagai produk yang dijual pedagang Pasar Kolombo, memilih barang, memasukkannya ke keranjang belanja, checkout, hingga membayar menggunakan QRIS.

Pesanan yang masuk akan disiapkan pedagang dan diantar kurir pada hari berikutnya. Sistem ini diterapkan agar produk, terutama bahan pangan, tetap segar saat sampai ke tangan konsumen.

Peneliti PUSEKRA UGM, Puthut Indroyono, mengatakan masa uji coba menjadi tahap penting untuk melihat langsung bagaimana sistem tersebut berjalan di masyarakat.

“Dari pelaksanaan uji coba ini, kami ingin melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu disempurnakan, sehingga apabila nantinya dikembangkan lebih luas, kita sudah lebih siap dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Puthut, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, masyarakat yang menggunakan layanan tersebut tidak hanya berperan sebagai konsumen. Masukan dan pengalaman mereka selama menggunakan pasarkolombo.id juga akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan sistem.

Puthut menegaskan, digitalisasi pasar rakyat bukan untuk menggantikan transaksi langsung maupun menghilangkan keberadaan pasar tradisional.

Teknologi justru diharapkan menjadi saluran baru untuk memperluas akses konsumen dan memperkuat usaha para pedagang.

Peneliti PUSEKRA UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., mengatakan Pasar Rakyat Digital V2.0 memiliki konsep berbeda dibandingkan platform belanja online pada umumnya.

“Program ini melibatkan pedagang, pengelola pasar, masyarakat, serrta berbagai pihak pendukung dalam satu ekosistem pasar rakyat,” kata Hempri.

Menurut Hempri, digitalisasi tidak hanya sekadar memindahkan transaksi dari pasar fisik ke ruang daring. Sistem tersebut dibangun dengan pendekatan kolektif dan gotong royong agar semua pihak menjadi bagian dari ekosistem pasar rakyat.

Dengan cara itu, teknologi diharapkan mampu memperkuat ekonomi kerakyatan tanpa menghilangkan karakter sosial yang selama ini menjadi kekuatan pasar tradisional.

Lurah Pasar Kolombo, Kuwat, S.Pd., S.T., menyambut baik uji coba Pasar Rakyat Digital V2.0 tersebut.

Menurutnya, layanan belanja online dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan kebutuhan pasar tetapi tidak memiliki cukup waktu untuk datang langsung.

“Harapannya selalu memberikan kemudahan kepada konsumen. Dengan adanya layanan ini, masyarakat dapat berbelanja ke Pasar Kolombo bahkan tanpa harus datang secara langsung,” kata Kuwat.

Ia mengatakan pengelola Pasar Kolombo siap mendukung pengembangan layanan digital tersebut.

“Kami membuka pintu masuk seluas-luasnya. Kami dari pengurus Pasar Kolombo akan menyiapkan hal-hal yang mendukung pelaksanaan. Harapannya pasarnya semakin besar dan pedagangnya semakin sejahtera,” ujarnya.

Digitalisasi Pasar Kolombo sendiri bukan dimulai dari nol. Kolaborasi antara Pasar Kolombo dan PUSEKRA UGM sebelumnya telah dilakukan melalui berbagai program, seperti Sekolah Pasar Rakyat, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan layanan belanja daring.

Melalui Pasar Rakyat Digital V2.0, sistem tersebut kini memasuki tahap pengembangan dan pengujian lebih lanjut agar semakin sesuai dengan kebutuhan pedagang dan konsumen.

Selama periode 12 September hingga 12 Oktober 2026, masyarakat yang masuk dalam wilayah jangkauan riset dapat menikmati layanan gratis ongkir sekaligus ikut memberikan masukan terhadap pengembangan sistem.

Cara belanjanya pun cukup mudah. Konsumen tinggal membuka pasarkolombo.id, memilih produk yang dibutuhkan, memasukkannya ke keranjang belanja, melakukan checkout, dan menyelesaikan pembayaran melalui QRIS.

Setelah itu, pesanan akan disiapkan dan diantarkan kurir pada hari berikutnya.

Selain memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari, berbelanja melalui platform tersebut juga menjadi cara baru untuk mendukung keberlangsungan usaha pedagang pasar rakyat.

Transformasi digital Pasar Kolombo pun menjadi bukti, teknologi tidak selalu menjauhkan masyarakat dari pasar tradisional. Sebaliknya, teknologi bisa menjadi jembatan untuk mempertemukan kemudahan konsumen dengan kebutuhan pedagang memperluas pasar. (Jat)

No More Posts Available.

No more pages to load.