Sambut Hari Santri, Kemenag Sleman Gandeng Tokoh Lintas Agama Bersihkan Pesantren

oleh -
img 20261014 174336

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Memperkuat kerukunan tak cukup hanya lewat kata-kata. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman mengajak aparatur sipil negara (ASN), penyuluh agama, dan tokoh lintas agama bergotong royong membersihkan lingkungan Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah, Tempel, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan bertajuk Reresik Pondok Pesantren ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Selain menjaga kebersihan lingkungan pesantren, kegiatan tersebut juga menjadi ajang memperkuat toleransi, kepedulian sosial, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menegaskan bahwa menjaga lingkungan dan merawat kerukunan merupakan tanggung jawab bersama.

“Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong harus terus dihidupkan, disertai komitmen menjaga kerukunan dan menghormati keberagaman sebagai modal membangun masyarakat yang damai dan harmonis,” ungkap Nadhif.

Kegiatan ini melibatkan ASN Kemenag Sleman, penyuluh agama, serta tokoh dan pemuka agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa semangat Hari Santri tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pesantren, tetapi juga bisa menjadi gerakan bersama untuk membangun lingkungan yang bersih sekaligus masyarakat yang rukun.

Menurut Nadhif, peringatan Hari Santri Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, toleransi, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi bagian dari acara seremonial.

Kemenag Sleman telah menyiapkan sejumlah agenda untuk menyemarakkan HSN 2026. Selain di Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah, kegiatan Reresik Pesantren juga digelar di Pondok Pesantren Ashsholihah dan Al-Ikhlas Berbah.

Kegiatan di Pondok Pesantren Ashsholihah dan Anwar Futuhiyyah berlangsung pada 14 Oktober 2026. Sementara itu, Reresik Pesantren di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Berbah dijadwalkan pada 20 Oktober 2026.

Kemenag Sleman juga menggelar Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Pondok Pesantren Ashsholihah Mlati, Al-Fitroh Wahid Hasyim Depok, dan Al-Ikhlas Berbah.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar memiliki bekal moral dan sosial dalam menghadapi tantangan zaman.

Agenda lainnya adalah Semarak Hari Santri melalui dokumentasi video kegiatan pesantren pada 10–20 Oktober 2026.

Puncak peringatan HSN tingkat Kabupaten Sleman akan ditandai dengan Upacara dan Kirab Santri pada 22 Oktober 2026 di Lapangan Pemda Sleman.

Kemenag Sleman turut menyiapkan Program Santri Preneur 2026 untuk mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi para santri.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Kemenag Sleman berharap santri semakin berperan dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, peduli lingkungan, serta menjunjung tinggi toleransi dan persatuan.

Semangat Hari Santri 2026 diharapkan tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi tumbuh menjadi gerakan nyata untuk memperkuat kehidupan bermasyarakat dan berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas. (Jat)

No More Posts Available.

No more pages to load.