Warga Jalan Ampera Bangun Jalan dan Lawan Pekat Bersama

oleh -
img 20260925 154926

NASONALNEWS.ID, UJUNGGADING — Di tengah maraknya penyakit masyarakat (Pekat) di Pasaman Barat, warga Jalan Raya Ampera, Ujunggading, memilih cara berbeda. Mereka membangun kekuatan dari lingkungan sendiri: bergotong royong membangun jalan sekaligus menjaga keamanan lewat ronda malam.

Kekompakan itu terlihat dalam kelompok Persatuan Petani dan Pekebun Jalan Ampera (P3JA) yang dibentuk sekitar dua tahun lalu. Kelompok ini kini dinilai layak menjadi percontohan karena mampu menggerakkan warga untuk menyelesaikan persoalan lingkungan secara swadaya.

Penilaian tersebut disampaikan Kasat Binmas Polres Pasaman Barat, Ipda Sar’an Saputra, saat silaturahmi dan penyuluhan keamanan di Pos Kamling Jalan Ampera, Jumat (25/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Sat Binmas Polres Pasaman Barat juga memberikan bantuan dua unit senter untuk mendukung kegiatan jaga malam atau siskamling warga Jalan Ampera. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ipda Sar’an Saputra kepada Jorong (Kadus) setempat mewakili warga.

Sar’an mengatakan, dukungan tersebut diharapkan bisa membantu warga saat melakukan patroli dan ronda malam, terutama untuk mengantisipasi penyakit masyarakat di lingkungan Ampera dan sekitarnya.

Menurut Sar’an, P3JA tidak hanya aktif menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga mampu membangun infrastruktur dengan kekuatan masyarakat sendiri.

“Kelompok P3JA dapat dikatakan menjadi kelompok percontohan di Pasaman Barat,” kata Sar’an.

Ia menjelaskan, warga secara bergiliran melakukan ronda malam untuk mengantisipasi Pekat di kawasan Ampera dan sekitarnya. Di sisi lain, warga juga bergotong royong membangun Jalan Raya Ampera.

Ketua P3JA Jalan Ampera, Zulhan, mengatakan pembangunan jalan tersebut sepenuhnya mengandalkan swadaya masyarakat.

Dana dikumpulkan dari sebagian hasil panen sawit warga. Setiap kali panen, masing-masing warga menyumbang Rp10.000 untuk pembangunan jalan.

“Pembangunan Jalan Raya Ampera kita lakukan melalui swadaya masyarakat setempat. Dananya kita ambil dari sumbangan hasil panen sawit masyarakat,” ujar Zulhan.

Zulhan yang juga anggota aktif Polres Pasaman Barat itu mengatakan, kekuatan P3JA bukan hanya soal dana atau kegiatan ronda. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal utama warga untuk menjaga kelompok tetap solid.

Prinsip yang mereka pegang adalah falsafah “duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.”

“Ini yang membuat kami solid,” ujarnya dalam sarasehan di Pos Kamling Warung Adul, Jumat siang.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Aiptu Gatot Subianto, Aiptu Khairil Anwar, Aiptu Mukhtaruddin, Aiptu Satria Dinata, serta Zulhan.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara warga dan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga bergerak melalui siskamling dan swadaya pembangunan, sementara Sat Binmas memberikan pembinaan serta dukungan perlengkapan untuk menunjang kegiatan jaga malam. (Zan)

No More Posts Available.

No more pages to load.