Agar Bisa Kompetitif di Pasar, UMKM Didorong Pakai Teknologi Tepat Guna

oleh -
img 20251114 wa0230

NASIONALNEWS.ID, Malang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong para pengusaha UMKM untuk memanfaatkan teknologi tepat guna agar semakin kompetitif dan memiliki daya saing lebih kuat di pasar.

“Kalau UMKM ingin berproduksi secara massal, skala ekonominya harus terpenuhi supaya biaya produksi bisa turun,” kata Sekretaris Kementerian (Sesmen) UMKM, Arif Rahman Hakim.

Pernyataan ini disampaikannya dalam workshop Metro Mesin di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), Kamis (13/11/2025).

“Salah satu caranya adalah dengan menggunakan alat bantu berbasis teknologi tepat guna agar kapasitas produksi dapat meningkat.”

Arif meneruskan teknologi tepat guna bukan sekadar mesin atau alat modern, tapi solusi inovatif yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat dan skala usaha.

Contohnya, banyak industri rumahan di sektor pertanian yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu hingga tiga produk per hari.

Sekarang usaha ini mampu memproduksi hingga ratusan unit setelah menerapkan teknologi sederhana namun efisien.

“Dengan alat yang sesuai kebutuhan, produksi bisa meningkat berkali lipat. Dampaknya, harga per produk menjadi lebih efisien,” ujarnya.

“Ini bukti nyata bagaimana teknologi tepat guna menjadi kunci agar UMKM bisa naik kelas dan meningkat daya saingnya.”

Arif mengungkapkan pada 2025 Kementerian UMKM melalui sumber pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan menghubungkan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) ke rantai pasok industri.

Program tersebut mencakup pelatihan bagi 4.649 peserta, pendampingan oleh 198 tenaga pendamping, serta inkubasi usaha bagi 75 tenant terpilih.

Langkah ini bertujuan memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas produksi, membekali UMK dengan pengetahuan produksi terkini, dan pemanfaatan teknologi digital.

“Keterhubungan ini diharapkan memperkuat rantai pasok lokal, mengurangi ketergantungan dari luar daerah, dan pada akhirnya meningkatkan ketahanan ekonomi regional,” ujarnya.

Menurut Arif, program ini juga berfokus pada peningkatan kualitas produk dan efisiensi produksi agar UMK mampu memenuhi standar pasar domestik maupun internasional.

Pada kesempatan yang sama Pemilik Metro Mesin, Hadi Apriliawan, menuturkan keunggulan teknologi tepat guna terletak pada kemampuannya menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengguna.

“Keunggulannya adalah disesuaikan dengan kebutuhan customer. Misalnya, dengan penerapan Internet of Things (IoT), proses produksi menjadi lebih cepat dan jumlah output meningkat,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.