UMKM Pertanian Hadapi Tantangan Struktural, Deputi Usaha Mikro Dorong Ekosistem Terintegrasi

oleh -
img 20260424 wa0530

NASIONALNEWS.ID, Denpasar – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menilai sektor pertanian berperan dalam ekosistem usaha ini dan menjadi prioritas strategis dalam kebijakan penguatan ekonomi rakyat.

“Dari total sekitar 56 sampai 60 juta UMKM di Indonesia, hampir separuhnya bergerak di sektor pertanian dan pangan,” kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik.

Pernyataan ini dikemukakannya saat ‘Stadium General and International Conference: Human and Tech Sustainable Agripreneurs di Universitas Hindu di Denpasar, Bali pada Jumat (24/4/2026).

“Kondisi ini menegaskan penguatan UMKM tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor pangan.”

Namun, UMKM sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan struktural.

Hal yang dimaksud seperti skala usaha dan kapasitas produksi yang relatif kecil dibandingkan jumlah pelaku usaha yang besar dan keterbatasan dalam integrasi pasar.

Riza Damanik meneruskan banyak petani masih menghadapi kesulitan dalam mengakses pasar dan memperoleh harga jual yang layak.

“Sering kali petani sudah menghasilkan produk, tetapi belum memiliki kepastian pasar maupun harga yang menguntungkan. Ini menjadi perhatian serius yang harus kita selesaikan bersama,” ucapnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian UMKM mendorong pembangunan ekosistem usaha ini terintegrasi, mulai dari perluasan akses pembiayaan, penguatan inovasi produk, hingga peningkatan konektivitas dengan pasar dan industri yang lebih besar.

Dengan begitu tidak hanya meningkatkan rasio kewirausahaan nasional, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM, khususnya di sektor pangan.

Dalam aspek pembiayaan, pemerintah terus memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM. Dari total alokasi Rp295 triliun, hingga 21 April 2026 penyaluran KUR telah mencapai Rp84,8 triliun.

Dari jumlah tersebut, sektor pertanian menyerap sebesar Rp32,73 triliun, mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap penguatan sektor produktif.

“Kami ingin memastikan bahwa pembiayaan benar-benar mendorong sektor produktif, khususnya pertanian. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, porsi pembiayaan untuk sektor produksi akan terus meningkat,” ujarnya.

Kementerian UMKM juga mendorong penguatan inovasi dan hilirisasi produk melalui pengembangan ekosistem kewirausahaan berbasis kolaborasi.

Sinergi dengan perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah penting untuk menciptakan UMKM yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Keberhasilan penguatan UMKM sektor pertanian, ucap Riza Damanik, memerlukan kolaborasi lintas sektor yang solid dan berkelanjutan.

“Agenda besar ini tidak dapat kita jalankan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat, inklusif, dan berdaya saing,” tuturnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.