NASIONALNEWS.ID, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung pelayaran muhibah KRI Bima Suci milik TNI Angkatan Laut (AL).
Langkah ini sebagai promosi dan perluasan pasar produk UMKM Indonesia ke dunia.
Wakil Menteri (Wamen) UMKM, Helvi Moraza mengatakan langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan pelayaran etape kedua Kartika Jala Krida (KJK) 2026 yang mengusung misi strategis Indonesia di bidang maritim dan ekonomi.
“Dalam pelayaran muhibah ini, KRI Bima Suci turut membawa serta produk unggulan UMKM Indonesia untuk diperkenalkan di delapan negara sahabat yang menjadi tujuan singgah,” katanya.
Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga memperluas akses pasar nasional.
“Kementerian UMKM selalu siap berkolaborasi dengan berbagai pihak. Sinergi dengan TNI Angkatan Laut dan Kementerian Perdagangan diharapkan mampu mendorong produk UMKM Indonesia menembus pasar global melalui jalur diplomasi maritim,” ujarnya.
Helvi Moraza mengemukakan inisiatif ini menjadi komitmen pemerintah dalam memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, dan memperkuat citra produk lokal di tingkat internasional.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali menambahkan pelayaran ini membawa misi ekonomi dan ruang interaksi lintas negara yang penting bagi pembentukan karakter dan jejaring global para calon perwira, serta memperkuat hubungan internasional.
“Para peserta sangat antusias mengikuti pelayaran ini sebagai sarana membangun persahabatan antar pelaut dari berbagai negara, sekaligus mempererat semangat brotherhood di antara mereka,” ujarnya.
Sebanyak 79 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) turut serta dalam pelayaran ini, didampingi perwira dan awak kapal.
Hal lainnya adalah sebanyak 52 peserta program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) berasal dari 24 negara sahabat, sehingga total peserta mencapai 131 orang.
Rute pelayaran KRI Bima Suci meliputi Surabaya, Jakarta, Belawan, Sri Lanka, Singapura, Vietnam, China, Korea Selatan, Rusia, Jepang, Filipina, hingga Bitung, sebelum kembali ke Surabaya.
Pelayaran ini menempuh jarak sekitar 16.877 mil laut selama 124 hari.
Produk UMKM akan dipromosikan kepada masyarakat internasional melalui kegiatan deck reception di atas KRI Bima Suci saat kapal bersandar di pelabuhan negara sahabat.
Langkah ini sebagai bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang memperkuat posisi Indonesia di pasar global.






