Diduga Langgar Amdal Pabrik Peleburan Logam Dikeluhkan Warga

oleh -
pabrik peleburan logam

NASIONALNEWS.ID, TANGERANG – Bau asap menyengat peleburan tembaga dan almunium dari pabrik tanpa papan nama perusahaan dikeluhkan warga sekitar. Warga pernah berdemo lantaran merasa tidak nyaman dan terganggu karena bau menyengat dari Pabrik yang berdiri di Kampung Pajang Desa Lontar Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.

Pabrik peleburan logam diduga tak memiliki izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Dalam Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, disebutkan bahwa Amdal merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada Iingkungan hidup.

Salah satu warga yang tidak menyebutkan namanya, mengeluh dengan bau asap pabrik tersebut, karena saat ada angin yang berhembus ke perkampungan tempat ia berdagang menimbulkan bau sehingga membuat dada terasa sesak .

“Kalau ada angin ke sini bau engap mas, warga pernah ngeluh ke orang pabrik tapi ga didengar, bekingnya kuat kali,” ucap warga, Senin (13/4/2020)

Menurutnya, warga sempat berdemo karena bau yang menyengat, namun sampai saat ini belum ada kejelasan dari pabrik tersebut. Ia tidak mengetahui nama perusahaan dari pabrik yang bergerak bidang peleburan almunium dan tembaga.

“Warga sih pernah demo seharian, tapi sampai saat ini ga ada perubahan dan ga tau kelanjutannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa ada sekita 25 orang karyawan yang bekerja di pabrik tersebut dan ada lima oaring warga disini yang bekerja disana.

“Yang kerja di pabrik peleburan ada sekitar 25 lima orang pekerja dan warga sekitar sini hanya lima orang saja yang bekerja, karena tidak kuat dengan bau yang menyengat,” tandasnya. (yu)