NASIONANEWS.id,YOGYAKARTA—Forum Silaturahmi Cendekiawan Keluarga Madura Yogyakarta kembali menggelar pertemuan rutin dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga Madura yang berkiprah di dunia akademik dan intelektual di Yogyakarta.
Pertemuan tersebut digelar di Kobessah 3, Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai pukul 09.00 WIB. Owner cak Rimo, salah satu anggota forum.
Cak Rimo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan silaturahmi rutin yang dalam tradisi Jawa dikenal dengan istilah selapanan.
“Ini sebenarnya silaturahmi biasa. Kalau orang Jawa menyebutnya selapanan, rutin digelar sebagai forum silaturahmi Cendekiawan Keluarga Madura Yogyakarta,” ujar Cak Rimo.
Forum ini diikuti para cendekiawan Madura yang terdiri atas profesor, doktor, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi. Mereka tergabung dalam Forum Silaturahmi Cendekiawan Keluarga Margorejo, yang merupakan bagian otonom dari Keluarga Madura Yogyakarta.
Menurut cak Rimo, organisasi Keluarga Madura di Yogyakarta telah berdiri sejak lama, bahkan diperkirakan lebih dari setengah abad.
“Saya masuk tahun 1988, dan saat itu organisasi ini sudah ada. Jadi kemungkinan sudah berdiri lebih dari 50 tahun,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan forum tidak hanya berupa silaturahmi, tetapi juga diisi dengan pengajian, sambutan, serta penyampaian materi dari tokoh nasional. Pada pertemuan kali ini, rencananya materi akan disampaikan oleh Mahfud MD, namun yang bersangkutan berhalangan hadir karena ada agenda di Jakarta.
“Acara dikemas sederhana, ada sambutan, pengajian, lalu ditutup dengan tahlil dan silaturahmi. Intinya kebersamaan,” jelas Cak Rimo.
Ia menegaskan bahwa dirinya hanya sebagai anggota biasa dalam organisasi tersebut. Cak Rimo juga mengaku baru aktif kembali sekitar satu tahun terakhir setelah lama menetap di Bengkulu.
“Di organisasi ini saya hanya anggota. Saya baru aktif lagi sekitar setahun terakhir karena sebelumnya lama tinggal di Bengkulu,” pungkasnya.
Melalui forum ini, diharapkan jalinan persaudaraan dan komunikasi antar cendekiawan Madura di Yogyakarta terus terjaga, sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan dalam suasana sederhana namun penuh makna…
(PA)











