NASIONALNEWS.id YOGYAKARTA– Di tengah momentum Hari Anti Islamofobia Dunia yang diperingati setiap 15 Maret oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kota Yogyakarta menjadi sorotan utama melalui perayaan serentak yang menggabungkan nilai spiritual, sosial, dan harmoni nasional. Kegiatan ini digelar oleh Aspirasi Indonesia bersama Gerakan Nasional Anti-Islamofobia (GNAI), dengan tema spesial Gerakan Taubatan Nasuha Nasional Mengetuk Pintu Langit Menata Kembali Harmonisasi Bangsa. Acara berpusat di Kampung Ndalem Notoprajan, tepatnya di Aula Ruang Pertemuan RW Notoprajan dan lingkungan Masjid Attaqwa, pada Minggu sore pukul 14.00 WIB.
Tausiah pembukaan dibawakan oleh Ketua Presidium Forum Ukhuwwah Islamiyah Indonesia (FUI) DIY, Syukri Fadholi, yang menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar ritual, tapi respons mendalam terhadap tren global anti-Muslim yang merajalela. “Kegiatan yang digagas kawan-kawan dari gerakan aspirasi ini tidak hanya mengandung pesan spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan geopolitik yang penting di tengah meningkatnya sentimen Islamofobia di berbagai belahan dunia,” ujar dia di hadapan ribuan jamaah. Ia menambahkan bahwa Hari Internasional untuk Melawan Islamofobia yang dirayakan oleh dua miliar umat Muslim dunia melambangkan keragaman luas umat manusia, termasuk di Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim. “Mari kita teguhkan komitmen terhadap kesetaraan, hak asasi manusia, dan martabat setiap umat manusia,” pungkasnya.
Seiring dengan momen religius tersebut, acara juga memperkuat semangat gotong royong menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Lembaga Dakwah Santunan Anak Yatim, Duafa, dan Lansia Dhuafa Bulan Purnama, yang dikomandoi Pergerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Yogyakarta, turut serta dalam distribusi bingkisan lebaran kepada 24 individu rentan. Selain itu, sumbangan dari Gerakan Aspirasi Indonesia dan GNAI dialokasikan untuk anak yatim, duafa, serta remaja masjid FUI Jogjakarta. “Semoga sumbangan bantuan dari gerakan aspirasi Indonesia ini yang pada hari ini juga kami dari pengurus lembaga bersamaan memberikan bingkisan lebaran semoga bermanfaat,” ungkap Hj. Jamila Syukri Fadholi, salah satu pengurus, saat penyerahan.
Acara ditutup dengan foto bersama dan shalat Ashar berjamaah di Masjid Attaqwa, menorehkan catatan positif bagi persatuan umat di tengah tantangan global. Momentum ini menjadi pengingat kuat akan peran Yogyakarta sebagai pusat toleransi di Indonesia.
(Ridar)






