NASIONALNEWS.ID. TANGERANG – Adanya pungutan liar (Pungli) di Taman Pemakaman Umum (TPU) muslim Gili Miring, Desa Pangkalan, dikeluhkan pengurus. Pasalnya gara-gara mereka, ahli waris yang berziarah sedikit berkurang .
“Ya memang ada 3 orang laki-laki yang suka minta duit, kalau ada yang ziarah dia pura-pura bantu bersihin makam,” kata pengurus makam, yang namanya enggan dipublikasikan, saat ditemui NasionalNews.id, dilokasi TPU, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang,” Selasa (2/1/19) siang.
Menurutnya, ia sempat menegur orang tersebut, agar tidak meminta uang dengan ahli waris yang melakukan ziarah kubur. Namun saat ditegur laki-laki tersebut marah, yang akhirnya timbul rasa ketakutan pada diri pengurus makam akan dijahatin orang lain.
“Saya sempat larang mereka minta duit sama yang ziarah karena tidak enak, saya jadi malu sama ahli waris, saya hampir ribut sama mereka itu, karena dia pada marah ke saya waktu dilarang, jangan bahas itu lagi, takutnya nanti saya dan isteri diapa-apain sama mereka di pemakaman ini,” pesannya
Hal yang sama diucapkan warga Desa Pangkalan, Maryati dan Saman, kalau ia juga pernah dimintain uang oleh orang yang tidak dikenal, saat ziarah ke makam keluarganya, iapun merasa takut dan bertanya-tanya dalam hati dengan adanya orang tersebut tersebut.
“Saya juga pernah dipintain duit, waktu itu ziarah ke makam keluarga saya, ada yang hampiri laki-laki 2 orang, saya agak takut dan bingung dalam hati, karena tiba-tiba ada orang tidak kenal deketin saya,” imbuhnya dipesan whats app grup.
TPU Gili Miring, yang berlokasi dilahan milik Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, sudah berada puluhan tahun, dan menampung beberapa desa, untuk melakukan pemakaman keluarganya saat meninggal dunia. (igor).






