NASIONALNEWS.id, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Sebanyak 32 pengurus Jaringan Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman periode 2026-2029 dikukuhkan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, di Pendopo Parasamya, Jumat (6/11/2026).
Pengukuhan ini menjadi langkah memperkuat peran komunitas lingkungan dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah. Salah satu target yang disiapkan adalah membentuk Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) di seluruh padukuhan.
Ketua JPSM Sehati Kabupaten Sleman, Sumarsana, mengatakan pengukuhan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh pengurus untuk meningkatkan kontribusi dalam mengurangi persoalan sampah di Sleman.
Menurutnya, penanganan sampah bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan keterlibatan dan kerja sama banyak pihak agar pengelolaan sampah bisa berjalan dari lingkungan terkecil.
“Pengukuhan oleh Bupati hari ini merupakan bentuk pengakuan yang sangat berharga bagi kami. Ini sekaligus menjadi penyemangat untuk terus berkontribusi. Kami menyadari bahwa tugas penanganan sampah bukanlah hal ringan, tetapi sebagai bagian dari relawan lingkungan, kami siap membantu Pemerintah Kabupaten Sleman,” ungkap Sumarsana.
Ia menegaskan, JPSM Sehati siap menindaklanjuti pembentukan KPSM di seluruh padukuhan. Dengan begitu, setiap padukuhan diharapkan memiliki kelompok yang aktif mengajak masyarakat mengelola sampah sejak dari sumbernya.
JPSM juga berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan Sleman yang lebih bersih, sekaligus mendorong tercapainya kondisi zero sampah.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyatakan pemerintah daerah mendukung penguatan kelembagaan JPSM Sehati. Dukungan juga akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) agar program organisasi dapat berjalan lebih terarah.
Harda berharap seluruh pengurus mampu menerjemahkan dukungan tersebut menjadi kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya berharap seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat benar-benar dijalankan dengan baik dan penuh keikhlasan. Apa yang dilakukan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, diperlukan komitmen dan kerja sama agar setiap program dapat berjalan serta memberikan manfaat yang luas,” pesan Harda.
Komitmen membangun gerakan lingkungan tersebut juga terlihat dalam pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI. Bupati bersama jajaran OPD dan JPSM Sehati turun langsung melakukan kegiatan di sepanjang Jalan Jombor-Monjali pada Jumat pagi.
Penguatan JPSM Sehati diharapkan mampu memperluas keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan bertanggung jawab.
Melalui sinergi pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Sleman diharapkan semakin dekat dengan target lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Jat)






