NASIONALNEWS.ID, YOGYAKARTA – PMI DIY diminta semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana yang mengancam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesiapsiagaan relawan, penguatan logistik hingga pemanfaatan teknologi menjadi perhatian utama untuk lima tahun ke depan.
Pesan itu mengemuka dalam Pelantikan Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) DIY Masa Bakti 2026–2031 di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kota Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).
Ketua Umum PMI Pusat Muhammad Jusuf Kalla melantik langsung kepengurusan PMI DIY yang kembali dipimpin GBPH H. Prabukusumo sebagai Ketua.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Irjen Pol (Purn) Drs. R.M. Haka Astana M. Widya dipercaya sebagai Wakil Ketua. Sementara Arif Noor Hartanto menjabat Sekretaris dan Drs. H. Suhartono sebagai Bendahara.
Jusuf Kalla mengingatkan posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire membuat kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi kebutuhan penting.
Menurutnya, penanganan dampak bencana tidak bisa dilakukan sendirian. Semua pihak harus bergerak bersama, termasuk pemerintah, relawan, masyarakat hingga berbagai lembaga kemanusiaan.
“Setiap penanganan dampak bencana hanya bisa diselesaikan secara bersama-sama. PMI hadir untuk mengoordinasikan partisipasi masyarakat dan menyalurkan bantuan dari pihak yang mampu kepada yang membutuhkan secara terorganisir,” tegas Jusuf Kalla.
Ketua PMI DIY GBPH H. Prabukusumo mengatakan, DIY sebagai wilayah yang dinamis dan memiliki potensi kebencanaan cukup tinggi menuntut PMI selalu siap siaga dan cepat tanggap.
Ia mengajak seluruh pengurus baru bekerja dengan penuh keikhlasan dan menjaga soliditas organisasi dalam menghadapi tantangan kemanusiaan selama lima tahun mendatang.
Prabukusumo menegaskan kepengurusan PMI DIY 2026–2031 akan mengedepankan tiga prinsip utama, yakni akuntabilitas dan transparansi, sinergitas, serta penguatan relawan.
“DIY menuntut PMI untuk selalu siap siaga, cepat tanggap, serta adaptif,” ujarnya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Setda Bidang Pemerintahan dan Kesra DIY Aria Nugrahadi juga mendorong PMI DIY memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat.
Selain meningkatkan kapasitas relawan dan pengelolaan logistik, PMI juga diminta memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kemanusiaan.
Sultan turut menyoroti pentingnya inovasi pelayanan darah. Penguatan jaringan donor sukarela, edukasi generasi muda serta koordinasi dengan fasilitas kesehatan dinilai penting untuk menjaga ketersediaan darah yang aman dan mencukupi.
Pelantikan ini dihadiri unsur Forkopimda DIY, kepala OPD, bupati dan wali kota se-DIY, Dewan Kehormatan, pengurus PMI periode sebelumnya hingga sejumlah Ketua PMI dari berbagai provinsi di Pulau Jawa.
Dalam kesempatan tersebut, Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama mewakili Danrem 072/Pamungkas turut hadir sebagai bentuk sinergi TNI bersama PMI dan Pemerintah Daerah DIY dalam mendukung misi kemanusiaan dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana. (Ridar)






