Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026

oleh -
img 20260913 210740

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., bersama Istri menghadiri pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 yang mengusung tema “AKSARA/BAHASA”, di Lapangan Pemkab Sleman, Tridadi, Sleman, Minggu (13/9/2026).

Pembukaan FKY 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Daerah DIY tersebut dihadiri sekitar 1.500 orang, termasuk Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto, S.T., M.A.P., M.Han., serta sejumlah pejabat pemerintah, TNI-Polri, tokoh budaya, seniman, akademisi dan masyarakat.

FKY 2026 mengangkat bahasa sebagai pintu untuk membaca kembali kebudayaan Yogyakarta. Bahasa tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menyimpan identitas, sejarah, pengetahuan, nilai kehidupan, sekaligus merekam perubahan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam rangkaian pembukaan, Sri Sultan HB X membacakan geguritan yang mengajak masyarakat untuk kembali mencermati beragam bahasa dan kehidupan yang tumbuh di Yogyakarta. Pesan tersebut menegaskan pentingnya kebersamaan, guyub rukun, serta keterlibatan seluruh masyarakat dalam menjaga dan menghidupkan kebudayaan.

FKY 2026 berlangsung pada 13 hingga 19 September 2026 di Lapangan Beran, Sleman. Festival ini menjadi ruang perjumpaan antara seniman, budayawan, komunitas, generasi muda, akademisi dan masyarakat melalui berbagai agenda, antara lain Pawai Budaya, Pasar Budaya, Panggung Budaya dan Pameran.

Pembukaan festival juga dimeriahkan pertunjukan kolaborasi sejumlah kelompok seni dari berbagai kabupaten/kota di DIY, di antaranya Pulung Dance Studio, Praba Sambada Kabupaten Sleman, Komunitas CANTRIK Kulon Progo, Paguyuban Seniman Tari Bantul, Forseta Handayani Gunungkidul dan YK Reborn DIY.

Melalui momentum FKY 2026, kebudayaan diharapkan tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama, karena masyarakat bukan sekadar penikmat, melainkan pemilik sekaligus penerus kebudayaan. (Jat/Penrem072Pmk)

No More Posts Available.

No more pages to load.