Pedagang Parfum Motornya Disita Tanpa Surat Tilang 

oleh -
Img 20210111 090922

NASIONALNEWS.ID, TANGERANG SELATAN – Nasib naas menimpa perantauan asal Padang Sumatera Barat, ia tidak menyangka kalau sepeda motor matic miliknyanya disita tanpa surat tilang. Motornya yang hanya dikengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tanpa dilengkapi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) akan menimbulkan masalah.

Muhamad Arsat (20) menceritakan  kejadian yang dialaminya, berawal saat ia main ketempat kawannya yang juga berprofesi sama sebagai penjual parfum, saat itu motor matic miliknya diparkir tidak jauh dari toko parfum milik kawannya di daerah Jalan Bayangkara Alam Sutera Serpong Kota Tangerang Selatan (Tangsel), namun naas tidak lama berselang ada patroli balap liar yang dilaksanakan Polsek Serpong Polres Tangsel seketika motor kesayangannya langsung di bawa jajaran tim viper Polsek Serpong.

“Saya sedang main ke tempat kawan motor disenderin deket toko, tempat itu jauh dari lokasi balap liar tiba-tiba aja polisi nanya, coba motor idupin, wow garang ini mesinnya, STNK nya” (menirukan ucapan Polisi) terus langsung dibawa ke Kantor Polisi,” terangnya pada Nasional News, Selasa (5/1/2021) malam.

Motor tersebut dibeli Arsat tiga tahun yang lalu milik salah satu pelanggan parfum dengan Kondisi hanya di lengkapi STNK dalam bahasa jalanan disebut barang sebelah dengan alasan BPKB ada dileasing.

“Saya beli tiga tahun yang lalu tiga juta dari pelanggan saya orang Brebes,  tapi sebelah, BPKB katanya di leasing, nomer telponya juga hilang sudah lama soalnya,” katanya.

Motor tersebut memang dirancang Arsat untuk balapan, tetapi ia mengklaim untuk balapan resmi bukan liar.

“Kalau saya untuk balapan resmi di Sentul, bawanya aja make mobil, dulu saya sering balap resmi di Pekanbaru karena kawan saya ada yang meninggal saya dilarang orang tua buat balapan lagi,” ujarnya.

Agar motornya kembali ,Arsat sudah meminta tolong orang lain untuk membantu mengurus pengambilan motornya yang disita Polsek Serpong,  namun tidak bisa diambil karena terkendala tidak memiliki BPKB.

“saya pernah minta tolong sama orang untuk ngurus tapi suruh ngelengkapin BPKB, kawan saya udah ga di sini dah lama nomer teleponnya juga hilang,” ungkapnya.

Saat kejadian, motornya terjaring razia, ia sedang nongkrong di pinggir jalan dan ia mengaku hanya minum kopi dan merokok tidak ada minum-minuman keras di lokasi tersebut.

“Demi Allah saya mas tidak minum-minuman keras cuman ada Roko aja sama kopi,” pungkasnya. (yuyu)