NASIONALNEWS.id, KOTA TANGERANG – Mawar (14) bukan nama sebenarnya menceritakan sebelum terjadinya dugaan pemerkosaan oleh seorang yang dikenalkan teman mawar. Mawar dipaksa datang, sebelum masuk kosan diberi minuman botol terlebih dahulu hingga akhirnya mawar tidak sadarkan diri hinga terjadinya dugaan pemerkosaan.
Mawar menceritakan, pelecehan seksual itu bermula saat dirinya diajak teman sekolahnya melati (Nama Samaran) untuk makan Seafood pada bulan Juni 2023. Sesampainya ditempat makan, ada seorang laki-laki dengan nama panggilan Koko yang merupakan kenalan melati.
“Nah habis selesai makan kan itu jalan pulang, terus si Santi Ngechat saya. “Mel si koko suka sama luh, dia mau berhubungan seks sama luh’. Terus saya sempat ada penolakan. Ngga lama dari itu si Koko ngechat saya ‘Mel apakah kamu mau berhubungan seks dengan saya?’ Saya disitu melakukan penolakan, terus balik kan kerumah si Santi, Santi ngomong kyak ngancem, Mel si koko udah gw bilang, luh pokoknya harus mau soalnya dia juga lagi dijalan, terus saya bilang ngga mau gitu, udah tuh, pas itu saya balik kerumah,” ungkapnya saat diminta keterangan.
Setelah itu, lanjut Mawar, melati mengajak dirinya keluar rumah untuk main ke kosannya. Sebelum sampai di Kosan, Melati sempat mampir ke minimarket untuk jajan terlebih dahulu minuman kemasan Teh Pucuk.
“Nah Teh Pucuknya tu ngga langsung saya pegang dari dia (Santi), terus Pas sampai kosannya saya dikasih teh pucuk itu, saya kan percaya aja sama dia gitu. Pas saya minum saya ngga sadarkan diri, pas selesai-selesainya tuh saya dikasih video, videonya saya tuh berhubungan sama si Koko. Nah dia translet kesaya, dia ngomong gini, kalau kamu ngomong ke orang lain ini video akan saya sebar, jadi takut. Kan disitu posisinya masih pusing,” kata mawar.
Mawar menerangkan, saat sadar dari tidur, tubuhnya dalam keadaan kondisi telanjang tanpa busana yang ditutupi oleh selimut.
“Iya dilecehkan, itu semua kesorot, posisinya udah telanjang semua. Pas sadar itu saya posisinya pake selimut, terus langsung ganti baju ke kamar mandi nangis-nangis, karena berdarah. Saya juga sempat jatuh dikamar mandi karena efek pusing kan,” terangnya.
Mawar mengaku, saat hendak pulang kerumah, Ia dikasih uang sebasar Rp.800 ribu oleh Santi dari total Rp.1,8 juta uang yang diberikan koko.
“Terus pas pulang itu saya dikasih uang sama Santi 800 ribu, dia cuma ngasih nih duit cuma 800 ribu, pas itu saya masih puyeng kepala saya,” pungkasnya.
Diketahui, kasus dugaan persetubuhan atau pencabulan anak tersebut sudah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota pada bulan Desember Tahun 2024 lalu, dengan laporan polisi nomor: LP/B/1558/XI/2024/PMJ/Resto Tangerang Kota, Senin 30 Desember 2024.
Hingga saat ini, sudah hampir setahun kasus tersebut bergulir belum ada penetapan tersangka meski sudah naik ke tahap penyidikan sejak 15 April 2025 lalu.
Sementara itu, Ibu korban berharap Aparat Kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut hingga menangkap pelaku dan diberikan hukuman penjara.
“Saya emaknya, anaknya saya perlu keadilan buat anak saya. Pelakunya biar dihukum sebarat-beratnya, saya minta bantuan sama Presiden juga, tegakan keadilan buat anak saya,” harapnya.
(Yuyu)






